Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Rapat Pemantapan Digelar di Kupang, Organisasi Lamaholot Siap Bangkit Kembali

Selasa, 20 Januari 2026 | Januari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T16:29:20Z

panitia_mubes_lamaholot.jpg
Foto: panitia musyawarah lamaholot (dok. matalinenews)

Kupang, matalinenews.id 
– Panitia Musyawarah Lamaholot menggelar rapat pemantapan persiapan musyawarah pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 17.00 WITA berlangsung di Gedung KONI NTT.


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Lukman Hakim, dan Sekretaris Panitia, Raymundus Penana Nuba yang akrab disapa Rudy Tokan.


Dalam rapat tersebut, Lukman Hakim menyampaikan bahwa organisasi Lamaholot sejatinya telah lama berdiri, namun sempat mengalami kevakuman akibat berbagai kesibukan para pengurus. Oleh karena itu, atas inisiasi Drs. Sinun Petrus Manuk, digelar pertemuan untuk mengaktifkan kembali organisasi Lamaholot agar dapat kembali berperan sebagai wadah pemersatu masyarakat Lamaholot di perantauan, khususnya di Kota Kupang.


“Organisasi ini sudah lama ada, hanya saja vakum. Melalui inisiatif Ama Petrus Manuk, kita bersepakat menghidupkan kembali Lamaholot agar lebih aktif dan terorganisir,” ujar Lukman Hakim.


Ia juga menjelaskan bahwa rapat inisiasi pertama dilaksanakan di Gedung Pramuka Kupang pada Sabtu, 11 Januari 2026, yang diprakarsai oleh Ama Piter Manuk. Dalam rapat tersebut sempat diusulkan Robert Rayawulan sebagai Ketua Panitia, namun karena kesibukan, yang bersangkutan menolak. Selanjutnya, rapat memusatkan perhatian kepada Ama Petrus Manuk, namun dengan pertimbangan usia dan perlunya kaderisasi, disepakati agar kepemimpinan panitia diberikan kepada kader muda. Setelah rapat lanjutan di rumah Ketua Lamaholot, Dr. Jhon Kotan, disepakati Lukman Hakim sebagai Ketua Panitia dan Rudy Tokan sebagai Sekretaris Panitia.


Sekretaris Panitia, Rudy Tokan, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pelaksanaan Musyawarah Lamaholot direncanakan berlangsung pada 24 Januari 2026 di Celebes Resto, Kupang. Setiap watan akan mengutus sebanyak 20 orang yang akan disepakati untuk duduk sebagai formatur. Untuk teknis persidangan akan diatur oleh bagian persidangan yang diketuai oleh Baharudin Hamzah.


“Setiap watan juga menyepakati kontribusi sebesar dua juta rupiah untuk mendukung pelaksanaan musyawarah,” ungkap Rudy.


Sementara itu, Hamzah Wulakada menegaskan bahwa dalam tubuh Lamaholot terdapat banyak simpul sosial yang kuat, namun selama ini belum terurus dengan baik. Oleh karena itu, ia berharap Musyawarah Lamaholot nantinya dikemas secara sederhana, efektif, namun tetap sesuai dengan prosedur organisasi.


“Acara dibuat simpel, tidak bertele-tele, tetapi tetap mengikuti aturan organisasi agar hasilnya maksimal,” tegasnya.


Rapat pemantapan tersebut dihadiri perwakilan Lamaholot dan warga lamaholot yangada di Kupang antara lain Raymundus Penana Nuba (Rudy Tokan), Lukman Hakim, Lamber Ara Tukan, Don Ara Kian, Hendrik Boli, Hamzah Wulakada, Valo Masan, Baharudin Hamzah, Hendrik Ara, Marius Samon Ago, Ernesta Uba Wahon, dan Rusydi Maga.


Dengan digelarnya rapat pemantapan ini, Panitia optimis Musyawarah Lamaholot yang akan datang dapat berjalan lancar dan menjadi momentum kebangkitan kembali organisasi Lamaholot di Kota Kupang. (*)