Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Berpotensi Hambat Kinerja, Pemuda Muhammadiyah NTT Tegaskan Wacana Polri di Bawah Kementerian Tidak Tepat

Senin, 02 Februari 2026 | Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T04:51:54Z

Sekretaris PWPM NTT GUSFIK


Kota Kupang,Wacana Polri Di Bawah Kementerian,matalinenews.id-Wacana terkait Polri bakal ditempatkan di bawah naungan kementerian dinilai banyak pihak sebagai langkah yang kurang tepat. Salah satu penilaian tersebut datang dari Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah (PM) NTT (Kupang,2 Februari 2026)


Sekretaris Pemuda Muhammadiyah NTT. R. Taufik Lamadike, menyebut langkah tersebut justru akan membuat Polri bekerja tidak efisien dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Padahal katanya, Polri merupakan salah satu stakeholder yang diharapkan dapat mengambil peranan penting dalam pembangunan nasional.


“Jika Polri berada langsung di bawah Presiden, maka kerjanya bakal lebih efektif dan efisien karena tidak harus melalui rantai birokrasi yang panjang,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (28/01/2026).


Menurut Gus Taufik, posisi tersebut juga demi menjaga independensi Polri agar tidak mudah ditarik ke dalam kepentingan politik tertentu.


“Apabila Polri ditempatkan di bawah kementerian, terdapat risiko politisasi institusi kepolisian yang dapat mengganggu profesionalisme dan netralitas aparat penegak hukum,” tegasnya.


Menurutnya, berdasarkan pengalaman saat ini dengan sistem komando terpusat, Polri terbukti menjadi institusi yang cepat dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Ini sudah cukup menjadi bukti bahwa sebenarnya Polri tidak perlu berada di bawah kementerian. Kita butuh Polri yang mampu bergerak cepat, sementara di kementerian terlalu birokratis makanya berpotensi lamban,” ujarnya.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menolak wacana Polri di bawah kementerian. Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah sendiri mengapresiasi penolakan Kapolri tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk memperteguh pelayanan polri kepada masyarakat.


“Sikap Kapolri sangat rasional dan perlu kita dukung. Ia berani mengambil sikap yang berani demi komitmen terhadap pelayanan masyarakat,” demikian GusFik.