![]() |
| PC IMM Kota Kupang & Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah NTT |
Selain itu, BPS juga mempublikasikan statistik tingkat kegemaran membaca masyarakat di NTT di bawah angka nasional rata-rata, menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar penduduk secara teknis bisa membaca, minat membaca dan keterlibatan dalam praktik literasi masih kurang optimal.
Masalah ini diperparah oleh temuan lain yang menunjukkan rendahnya capaian literasi fungsional di kalangan pelajar dan mahasiswa, termasuk masih banyaknya siswa SMA/SMK yang belum tuntas membaca dan menulis dengan baik meskipun tingkat kelulusan hampir 100%.
Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat NTT memperoleh skor IPLM sekitar 62,6 pada 2025. Tingkat Kegemaran Membaca tercatat indeks kegemaran baca di angka sekitar 70,34 dibandingkan wilayah lainnya, ini menunjukkan ruang besar untuk peningkatan minat baca masyarakat.
Sehingga dalam pertemuan ini PC IMM Kota Kupang menegaskan adanya kesenjangan antara kualifikasi formal pendidikan dan kemampuan literasi yang mendalam.
Sesuai data di atas, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang membangun bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Nusa Tenggara Timur meluncurkan program layanan literasi masyarakat terpadu guna meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat secara nyata.
Menurut Faridun (Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan) PC IMM Kota Kupang, bahwa layanan literasi ini bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat kesadaran kritis, keterampilan berpikir dan daya saing generasi masa depan.
Sementara itu, Dollyres Chandra, S.Sos Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT melihat kolaborasi ini sebagai strategi jangka panjang untuk menanamkan budaya membaca yang harus di perhatikan dalam kerjasama dan konsisten di tengah tengah masyarakat.
Dalam program utama yang ditawarkan adalah Pendirian Unit Layanan Literasi di Komunitas dan instansi sekolah yang berada di kota Kupang agar membuka akses bacaan gratis untuk warga dan pelajar, termasuk penyediaan buku, majalah, dan sumber literasi digital yang mudah diakses.
Selain itu ada program tentang Mobilisasi Relawan dan Mahasiswa IMM Kota Kupang mengerahkan relawan dan kadernya untuk menjadi mentor literasi di berbagai lingkungan masyarakat dan sekolah, sehingga dapat membantu meningkatkan minat membaca melalui pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan.(Wahidin)




