Haru dan Penuh Makna, Pesan Perpisahan Siswi SMKN 6 Kupang Sentuh Hati Para Hadirin
![]() |
| Perwakilan alumni SMKN 6 Kota KupangIsabela Maharani Nempung saat menyampaikan pidato perpisahan dalam acara pelepasan siswa-siswi di Aula GMIT Center, Sabtu (09/05/2026). |
KUPANG – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula GMIT Center pada Sabtu, 09 Mei 2026, dalam acara perpisahan siswa-siswi SMK Negeri 6 Kota Kupang. Momen tersebut semakin menyentuh ketika salah satu perwakilan alumni menyampaikan sambutan perpisahan yang sarat makna, ungkapan terima kasih, serta pesan kehidupan bagi seluruh hadirin.
Dalam sambutannya, siswi perwakilan alumni Isabela Maharani Nempung menyampaikan salam lintas agama dan budaya sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Kepala SMK Negeri 6 Kota Kupang, Bapak Asa Manason Lahtang, S.Pd.,M.Pd., para guru, staf, pegawai sekolah, orang tua wali murid, serta teman-teman seperjuangan.
“Sekolah ini bukan hanya tempat mencari nilai, tetapi juga tempat belajar tentang kehidupan, arti pertemanan, memaafkan, dan kehilangan,” ungkapnya di hadapan para tamu undangan.
Ia mengenang perjalanan selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMKN 6 Kota Kupang. Mulai dari rasa takut saat pertama masuk sekolah hingga proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa melalui pengalaman belajar, relasi sosial, dan berbagai tantangan kehidupan.
Dalam pidatonya, ia juga mengutip kata-kata inspiratif dari Mahatma Gandhi, “Live as if you were to die tomorrow and learn as if you were to live forever,” yang menurutnya mengajarkan bahwa hidup terlalu singkat untuk menunda berbuat baik dan manusia tidak pernah berhenti belajar sepanjang hidupnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar nilai dan ijazah, melainkan tentang memahami arti kehidupan dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Perwakilan alumni itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan orang tua yang selama ini telah mendukung perjuangan mereka hingga bisa menyelesaikan pendidikan.
“Di balik kelulusan hari ini ada keringat, air mata, dan pengorbanan yang mungkin tidak akan bisa kami bayar sepenuhnya,” tuturnya dengan penuh haru.
Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh teman seperjuangan yang telah berbagi kenangan, pelajaran hidup, dan kebersamaan selama masa sekolah.
Acara perpisahan tersebut berlangsung penuh emosional. Sejumlah siswa, guru, dan orang tua tampak terharu mendengarkan pesan perpisahan yang dianggap mewakili perasaan seluruh angkatan.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh lulusan untuk terus melangkah menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih baik, dan terus mengejar mimpi masing-masing.
“Perpisahan ini bukan akhir dari cerita kita, melainkan awal baru untuk meraih masa depan,” pungkasnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. (red)
