Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting

guru_eguru_uyolewun .jpeg
Foto bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, para kepala sekolah, dan guru peserta kegiatan Permodelan Guru Kelas I tingkat SD Kecamatan Omesuri dan Buyasuri di SDK Meluwiting, Sabtu (darjo/matalinenews

Lembata, MatalineNews.id
– Kegiatan Permodelan Guru Kelas I (Modeling Lesson) tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Omesuri dan Buyasuri berlangsung sukses di SDK Meluwiting, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Sabtu (09/05/2026).


Kegiatan yang diprakarsai oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan Omesuri dan Buyasuri ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Untuk Generasi Cerdas.”


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Suhartin Bungalaleng, Koordinator Pengawas Binaan SD, Ketua MKKS Kecamatan Omesuri Averisto Daton Suban, Ketua MKKS Buyasuri Gabriel Manek, 18 kepala sekolah dasar se-Kecamatan Omesuri, serta 38 guru kelas I se-Uyolewun.


Dalam kegiatan itu, para guru senior yang dinilai kompeten dalam pembelajaran peserta didik kelas I, di antaranya Siprianus Sara bersama rekan-rekannya, tampil sebagai guru model dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran kreatif dan variatif.


Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias dan suka cita. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi modeling yang ditampilkan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat dasar, khususnya bagi siswa kelas I.


Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Suhartin Bungalaleng, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dibangun antar sekolah dan para guru.


“Karakter saya dalam setiap kegiatan yang dianggap berdampak dan baik adalah kita harus maju bersama. Persoalan finansial kita simpan di belakang,” tegas Suhartin.


Ia menegaskan bahwa peserta didik kelas I merupakan masa emas tumbuh kembang anak, sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang tepat, kreatif, dan variatif.


“Mutu pendidikan tidak hanya dibangun secara individu, tetapi harus melalui kerja kolektif dan kolaboratif,” ujarnya.


Suhartin juga berharap seluruh peserta dapat meninggalkan ego sektoral dan membuka diri untuk saling berbagi pengalaman serta praktik baik demi peningkatan mutu pendidikan.


“Tinggalkan egoisme saat masuk ke tempat ini. Mari saling memberi dan menerima, saling melengkapi kekurangan, serta berbagi praktik baik agar membawa perubahan setelah kegiatan ini,” tutupnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting
  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting
  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting
  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting
  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting
  • Guru Kelas I Se-Uyolewun Bergerak Bersama Tingkatkan Mutu Pembelajaran di SDK Meluwiting