Milad ke-109 ‘Aisyiyah NTT Teguhkan Dakwah Kemanusiaan untuk Perdamaian, Kesehatan, dan Ketangguhan Bencana
KOTA KUPANG – Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Refleksi Milad ke-109 Miladiyah/112 Hijriah dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan di Bidang Kesehatan dan Mitigasi Risiko Bencana” di Sahid T-More Hotel Kupang, Selasa (16/6/2026) atau bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang sebelumnya diawali dengan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru TK ABA se-NTT pada 14–16 Mei 2026 dan Gerakan Perempuan Mengaji pada 7 Juni 2026 di Kampus B Universitas Muhammadiyah Kupang.
Ketua Panitia, Ika Christina, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Milad berjalan lancar berkat kerja sama panitia, pimpinan wilayah, dan partisipasi seluruh kader serta mitra organisasi.
“Milad ini bertujuan untuk mensyukuri usia ‘Aisyiyah yang telah mencapai 109 tahun, mempererat ukhuwah antaranggota, memperkuat syiar Islam berkemajuan, serta memperkenalkan kiprah dan kontribusi ‘Aisyiyah kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ketua PW ‘Aisyiyah NTT, Dra. St. Aminah HAS, M.Pd., dalam Pidato Milad menegaskan bahwa ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan terus mengemban misi dakwah kemanusiaan yang melintasi batas agama, suku, dan golongan.
Menurutnya, tema Milad tahun ini relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan kebencanaan.
“Dakwah kemanusiaan merupakan dakwah yang menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui pelayanan, pemberdayaan, dan kepedulian kepada sesama. Perempuan harus menjadi agen perdamaian yang menebar kebaikan di keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan dunia,” kata Aminah.
Ia menjelaskan bahwa selama ini ‘Aisyiyah berkontribusi melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan hukum sebagai bentuk nyata implementasi teologi Al-Ma’un yang diwariskan K.H. Ahmad Dahlan.
Di bidang kesehatan, ‘Aisyiyah NTT terus meningkatkan layanan melalui Klinik ‘Aisyiyah dan Posyandu, mendukung program penanganan stunting, melakukan edukasi gizi keluarga, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mendukung program vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks.
Dalam bidang kebencanaan, ‘Aisyiyah aktif memberikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan saat terjadi bencana di berbagai wilayah NTT, termasuk di Tablolong dan Takari, Kabupaten Kupang. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi pascabencana.
Aminah juga memaparkan berbagai capaian amal usaha ‘Aisyiyah di NTT, antara lain 26 TK ABA, satu SD, dua Madrasah Diniyah, satu pondok pesantren, puluhan Taman Pendidikan Al-Qur'an, satu klinik kesehatan terakreditasi paripurna, satu panti asuhan, tiga koperasi berbadan hukum, 35 UMKM binaan, serta satu Pos Bantuan Hukum.
Selain itu, ‘Aisyiyah NTT memiliki Tim Pemulasaran Jenazah yang memberikan pelayanan 24 jam kepada masyarakat sesuai tuntunan syariat Islam. Pada tahun 2025 tim ini menangani 40 layanan pemulasaran jenazah, sedangkan hingga pertengahan tahun 2026 telah melayani 30 kasus.
Sementara itu, Ketua PWM NTT, Mukhsin, S.Ag., M.H., dalam amanatnya mengingatkan seluruh kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk tetap fokus mengembangkan Persyarikatan dan menjaga keikhlasan dalam berjuang.
“Jangan menduakan Muhammadiyah. Fokuslah membesarkan organisasi yang telah menjadi wadah perjuangan kita. Semua amal dan pengorbanan yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” tegasnya.
Kegiatan Refleksi Milad juga menghadirkan Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Wakil Rektor V Universitas Muhammadiyah Malang, yang menyampaikan tausiyah mengenai penguatan peran perempuan, dakwah kemanusiaan, dan kontribusi ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban yang damai dan berkemajuan.
Acara ini dihadiri unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan organisasi perempuan, jajaran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, pimpinan amal usaha Muhammadiyah-‘Aisyiyah, serta para tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Melalui Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah NTT meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan perempuan berkemajuan yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan demi terwujudnya masyarakat yang damai, sehat, tangguh, dan berkeadaban. (FR)
