KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana

kongres_ikbar_2026

MATALINENEWS.ID
- Kongres Nasional II Ikatan Keluarga Besar Baranusa (IKBAR) yang akan digelar pada 25 Juli 2026 di Kota Kupang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini merupakan momentum bersejarah untuk menentukan arah organisasi dalam menjawab tantangan zaman, memperkuat pondasi kelembagaan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan Lewo Tana.


Tema yang diangkat, "Bersatu dalam Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan, Mengabdi bagi Lewo Tana, Berkontribusi bagi Bangsa," merupakan cita-cita besar. Namun, cita-cita itu tidak boleh berhenti sebagai slogan yang hanya terdengar di ruang sidang kongres. Tema tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan organisasi, program kerja yang terukur, dan gerakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Baranusa, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau.


Sejarah mencatat bahwa IKBAR lahir pada 13 April 1977 bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Baranusa di perantauan yang ingin tetap menjaga persaudaraan, solidaritas, dan identitas budaya. Para pendiri meletakkan fondasi organisasi dengan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus tetap menjadi roh organisasi hingga hari ini.


Namun, perjalanan hampir lima dekade juga menghadirkan tantangan baru. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, pergeseran pola pikir generasi muda, hingga dinamika ekonomi menuntut organisasi untuk terus beradaptasi. IKBAR tidak cukup hanya mempertahankan tradisi. Organisasi ini harus mampu mentransformasikan nilai-nilai luhur menjadi kekuatan pembangunan.


Pertanyaan yang patut dijawab dalam Kongres Nasional II bukan sekadar siapa yang akan menjadi ketua, tetapi bagaimana organisasi ini mampu menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat Baranusa. Bagaimana IKBAR dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, mendorong lahirnya wirausaha muda, memperkuat ekonomi keluarga, melestarikan budaya, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.


Mengabdi kepada Lewo Tana tidak cukup diwujudkan melalui kerinduan terhadap kampung halaman. Pengabdian harus hadir dalam bentuk gagasan, kerja nyata, dan kolaborasi. Sudah saatnya IKBAR membangun program beasiswa bagi generasi muda, membentuk pusat data potensi diaspora Baranusa, mengembangkan pelatihan keterampilan, mendukung UMKM, hingga mendorong investasi sosial bagi pembangunan kampung halaman.


Di sisi lain, penguatan pondasi organisasi menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpinnya, tetapi juga oleh sistem yang sehat. Tata kelola yang profesional, administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan, kaderisasi yang berkelanjutan, serta ruang partisipasi yang terbuka bagi generasi muda dan perempuan harus menjadi prioritas pembenahan.


IKBAR juga harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul seluruh masyarakat Baranusa tanpa membedakan latar belakang keluarga, wilayah, maupun pilihan. Persaudaraan sejati justru diuji ketika terdapat perbedaan pandangan. Organisasi akan semakin dewasa apabila mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melahirkan keputusan terbaik melalui musyawarah.


Kontribusi bagi bangsa juga tidak lahir dari besarnya organisasi, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ketika IKBAR berhasil membangun Lewo Tana melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan penguatan karakter generasi muda, sesungguhnya organisasi ini telah memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.


Karena itu, Kongres Nasional II harus menjadi titik balik transformasi organisasi. Jangan sampai forum yang mulia ini hanya dikenang karena memilih ketua baru, tetapi gagal melahirkan arah baru. Sejarah akan mencatat bukan siapa yang memimpin, melainkan apa yang berhasil dibangun untuk masyarakat.


Sudah saatnya IKBAR melangkah lebih jauh. Dari organisasi yang menjaga silaturahmi menjadi organisasi yang melahirkan perubahan. Dari rumah persaudaraan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Dari menjaga warisan leluhur menjadi pelopor pembangunan Lewo Tana.


Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukanlah seberapa meriah kongres diselenggarakan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat, seberapa kuat pondasi organisasi yang dibangun, dan seberapa nyata pengabdian yang diberikan kepada kampung halaman.


Kongres Nasional II harus menjadi awal kebangkitan baru IKBAR—bukan hanya untuk memilih pemimpin, tetapi untuk membangun masa depan Lewo Tana yang lebih maju, lebih bersatu, dan lebih bermartabat.

Oleh: Fathur Dopong (Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD IKBAR Kota Kupang)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana
  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana
  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana
  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana
  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana
  • KONGRES IKBAR Jangan Hanya Berganti Pemimpin, Saatnya Membangun Lewo Tana