Merawat Perdamaian di Tengah Keberagaman: Sepuluh Nilai Penguat Kehidupan Bersama
![]() |
| Foto: Abdurahman S. Sarabiti, S.Ag |
Lembata, Juni 2026 — Keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Di tengah kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai agama, suku, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial, diperlukan upaya bersama untuk terus merawat harmoni dan memperkuat persatuan.
Melalui tulisan berjudul "Merawat Perdamaian di Tengah Keberagaman: Sepuluh Nilai Penguat Kehidupan Bersama", Abdurahman S. Sarabiti, S.Ag., Pengawas Madrasah Madya Tingkat I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan nilai-nilai yang mampu memperkuat kohesi sosial dan membangun budaya damai.
Tulisan tersebut menyoroti sepuluh nilai penting, yakni literasi multikultural, kesadaran akan keberagaman identitas manusia, dialog sebagai sarana mengatasi prasangka, kemampuan berpikir kritis, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, mendengarkan hati nurani, penghayatan spiritualitas agama, penguatan etika universal, kecintaan kepada Tuhan yang diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama, serta pentingnya memperluas ruang perjumpaan antarwarga.
Menurut penulis, perdamaian tidak hadir dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui pendidikan, keteladanan, dialog, dan komitmen bersama dalam menghormati martabat setiap manusia. Di era yang semakin terhubung sekaligus rentan terhadap polarisasi, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi, saling pengertian, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Melalui penguatan nilai-nilai tersebut, keberagaman tidak lagi dipandang sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai modal sosial yang berharga untuk membangun kehidupan yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban.
Abdurahman S. Sarabiti, S.Ag.
Pegiat Literasi Moderasi Beragama Kabupaten Lembata | Pengawas Madrasah Madya Tingkat I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata
