"Jangan Menduakan Muhammadiyah!" Pesan Tegas Ketua PWM NTT di Milad ke-109 ‘Aisyiyah
KOTA KUPANG – Pesan tegas disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Mukhsin, S.Ag., M.H., saat menghadiri Refleksi Milad ke-109 Miladiyah/112 Hijriah ‘Aisyiyah di Sahid T-More Hotel Kupang, Selasa (16/6/2026).
Di hadapan ratusan kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Mukhsin mengingatkan pentingnya menjaga komitmen dan loyalitas terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.
"Pesan Kiai Ahmad Dahlan yang harus terus kita pegang adalah jangan menduakan Muhammadiyah. Jika kita sudah diberi amanah di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, maka fokuslah untuk membesarkan organisasi ini," tegasnya.
Menurut Mukhsin, jumlah umat Islam di NTT yang relatif kecil menjadi tantangan tersendiri bagi Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh kader diminta memusatkan energi, pikiran, dan pengabdiannya untuk memperkuat Muhammadiyah dan organisasi otonomnya, termasuk ‘Aisyiyah.
Ia menilai masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk memajukan Persyarikatan di NTT. Oleh sebab itu, kader tidak perlu mencari panggung atau jabatan di tempat lain jika amanah di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah belum dijalankan secara maksimal.
"Memimpin organisasi ini tidak ringan. Kita belum selesai membangun Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Karena itu, fokuslah pada amanah yang telah dipercayakan kepada kita," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhsin juga mengapresiasi dedikasi para kader ‘Aisyiyah yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai program pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di NTT.
Ia menegaskan bahwa seluruh perjuangan dan pengorbanan kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus dilandasi niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT, bukan demi popularitas atau kepentingan pribadi.
"Sehebat apa pun perjuangan kita, jika diniatkan karena Allah, maka itu akan bernilai ibadah. Muhammadiyah mengajarkan kita untuk beramal dengan keikhlasan dan menjauhkan diri dari sikap riya atau mencari pujian manusia," katanya.
Mukhsin mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah menyediakan ruang pengabdian yang luas melalui amal usaha, lembaga, dan berbagai program dakwah yang dapat menjadi ladang amal bagi seluruh kader.
Ia berharap semangat Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum memperkuat sinergi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam melayani umat, membangun masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi Nusa Tenggara Timur.
"Semua yang kita lakukan dalam Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus bernilai ibadah. Jika niat kita lurus karena Allah, maka insyaallah yang kita peroleh bukan hanya manfaat di dunia, tetapi juga kebahagiaan di akhirat," pungkasnya. (fr)
