Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi

apebuan_cup_ii_2026
Foto: Istimewah

FLORES TIMUR
, MATALINENEWS.ID – Apebuan Cup II 2026, turnamen sepak bola bergengsi di Kabupaten Flores Timur, kini diterpa polemik. Pertandingan babak kedua antara Perseka melawan Lebalewuk FC dihentikan setelah wasit mengeluarkan kartu merah kepada pemain Perseka akibat tindakan brutal. Insiden berlanjut dengan masuknya suporter ke lapangan sehingga laga tidak dapat dilanjutkan.


Yang menjadi sorotan publik adalah keputusan panitia untuk menjadwalkan ulang pertandingan tersebut. Langkah ini dinilai bertentangan dengan regulasi yang telah disosialisasikan saat technical meeting.


Dalam Pasal 9 regulasi Apebuan Cup II 2026 ditegaskan bahwa keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Sementara Pasal 21 mengatur sanksi tegas: apabila terjadi invasi atau kerusuhan lapangan oleh pemain, ofisial, maupun suporter suatu tim, maka panitia berwenang mendiskualifikasi klub yang bersangkutan dan menjatuhkan sanksi larangan ikut turnamen selama 1 tahun.


“Konsistensi penerapan aturan adalah kunci kredibilitas sebuah kompetisi. Jika regulasi sudah disepakati di awal, maka harus ditegakkan tanpa pengecualian,” ujar salah seorang pengamat sepak bola lokal yang enggan disebutkan namanya kepada media ini Via WhatsApp Selaa (30/06) malam.


Di tengah polemik, Lebalewuk FC memilih sikap legowo dengan menerima keputusan panitia menggelar laga ulang. Tim tersebut bersedia bertanding dengan catatan pemain yang mendapat kartu merah tetap menjalani sanksi dan digantikan pemain lain. Laga ulang dijadwalkan pada 30 Juni 2026.


Namun, jadwal tersebut kembali gagal terlaksana setelah Perseka mengajukan keberatan dan memprotes keputusan panitia. Akibatnya, penyelesaian sengketa kembali menemui jalan buntu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan laga akan digelar maupun keputusan akhir dari panitia.


Sepak bola menjunjung tinggi prinsip fair play dan penghormatan terhadap keputusan wasit. Publik Flores Timur kini menanti langkah tegas panitia agar Apebuan Cup II 2026 tetap menjadi ajang pembinaan atlet yang berintegritas, bukan turnamen yang tercoreng ketidakpastian regulasi. (Tim)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi
  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi
  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi
  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi
  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi
  • Apebuan Cup II 2026 Disorot, Panitia Dinilai Inkonsisten Terapkan Regulasi