Usai Audiensi dengan IMM, Wali Kota Kupang Langsung Perintahkan PUPR Tambal Jalan KH Ahmad Dahlan
KUPANG | MatalineNews.id – Audiensi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo membuahkan hasil nyata. Tidak hanya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID), Wali Kota juga langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang untuk segera memperbaiki ruas Jalan KH Ahmad Dahlan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Keputusan tersebut disampaikan Christian Widodo usai menerima jajaran PC IMM Kota Kupang dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Wali Kota Kupang.
Ketua PC IMM Kota Kupang, Wahidin Sara, mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya IMM menyampaikan hasil kajian sekaligus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik.
"Alhamdulillah, hari ini PC IMM Kota Kupang melakukan audiensi dengan Bapak Wali Kota Kupang dalam rangka menyampaikan hasil kajian sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar IMM Kota Kupang," ujar Wahidin.
Menurutnya, Wali Kota Kupang menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan IMM dan memberikan apresiasi atas tradisi kajian yang terus dibangun oleh organisasi mahasiswa tersebut.
"Wali Kota memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materil, terhadap pelaksanaan DAM dan PID IMM Kota Kupang. Beliau juga mengapresiasi PC IMM Kota Kupang yang hadir membawa hasil kajian sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan daerah," katanya.
Yang paling menggembirakan, lanjut Wahidin, salah satu rekomendasi yang disampaikan IMM langsung mendapat respons cepat dari pemerintah.
"Sebagai tindak lanjut dari hasil kajian yang kami sampaikan, Bapak Wali Kota langsung memerintahkan Dinas PUPR Kota Kupang untuk segera melakukan penambalan ruas Jalan KH Ahmad Dahlan menggunakan aspal. Ini menunjukkan bahwa pemerintah terbuka terhadap masukan dan mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat," ungkapnya.
Wahidin berharap langkah tersebut menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Kupang dan kalangan mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, IMM akan terus menjalankan fungsi intelektual dan kontrol sosial melalui kajian-kajian yang konstruktif, objektif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
"Kami percaya mahasiswa tidak hanya bertugas menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan solusi. Karena itu IMM akan terus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan Kota Kupang demi kepentingan masyarakat luas," tegas Wahidin.
Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap agenda kaderisasi IMM sekaligus respons cepat terhadap rekomendasi hasil kajian tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang positif antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berpihak kepada masyarakat. (FR)
