Duta Kecil dari SDN Leuwalang Bersinar di Lembata, Kepala Sekolah Beri Apresiasi Penuh
![]() |
| Potret Fransiska Sabrina Nole dan Margareta Devila L. Witak |
Matalinenews — Dua siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Leuwalang, Fransiska Sabrina Nole dan Margareta Devila L. Witak, menorehkan kebanggaan tersendiri setelah mengikuti kegiatan Temu Anak dan Remaja Misioner Dekenat Lembata yang berlangsung selama tiga hari, Jumat (24/04/2026) hingga Minggu (26/04/2026), di Paroki St. Fransiskus De Sales Pada.
Keduanya hadir sebagai perwakilan dari Paroki Salib Suci Horlea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Keikutsertaan mereka menjadi bukti nyata partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan sosial keagamaan yang membangun karakter dan spiritualitas.
Fransiska mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai perlombaan menarik, seperti lomba animasi dan menggambar. “Kegiatannya sangat menyenangkan dan membuat kami gembira,” ujarnya singkat namun penuh antusias.
Hal senada juga disampaikan Margareta. Ia menuturkan bahwa selain lomba tebak kata dan paduan suara, para peserta juga mendapatkan pembekalan dari pihak kepolisian. “Kami diberi arahan untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, termasuk menghindari kebiasaan buruk seperti ugal-ugalan di jalan dengan motor,” jelasnya.
Sekembalinya ke sekolah, apresiasi pun diberikan secara langsung oleh Plh Kepala SDN Leuwalang, Sudarjo Abd. Hamid, dalam apel bersama di halaman sekolah. Ia menyebut kedua siswi tersebut sebagai duta sekolah yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Mereka adalah utusan kita yang telah menunjukkan tanggung jawab dan semangat luar biasa. Ini patut diapresiasi,” ungkap Sudarjo.
Lebih lanjut, ia mendorong siswa lainnya untuk turut aktif dalam kegiatan serupa. Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan memiliki dampak besar dalam membentuk kepribadian dan nilai kehidupan.
“Semoga pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan bisa dibagikan kepada teman-teman lainnya. Ini adalah kerja ikhlas yang patut dicontoh,” tutupnya.
Keberhasilan Fransiska dan Margareta menjadi inspirasi bagi siswa lainnya, bahwa dari sekolah sederhana di pelosok, lahir generasi muda yang mampu membawa nama baik daerah di kancah yang lebih luas.
