Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi

camat_buyasuri_lembata
Tim Dinas Kesehatan, Puskesmas Wairiang, dan Pemerintah Kecamatan Buyasuri bersama aparat desa melakukan kunjungan rumah ke ibu hamil di Desa Tobotani dengan berjalan kaki melintasi perbukitan untuk memberikan edukasi kesehatan, Selasa (21/4/2026).

LEMBATA
- Kesadaran masyarakat Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata terhadap pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan serius. Data menunjukkan bahwa persalinan di rumah masih cukup tinggi dan berkontribusi terhadap kasus kematian bayi dalam beberapa tahun terakhir.


Pada tahun 2023 tercatat 20 ibu hamil, dengan 17 persalinan terjadi di rumah dan 3 di fasilitas kesehatan. Tahun 2024 dari 17 ibu hamil, 9 melahirkan di rumah dan 8 ditangani tenaga kesehatan, dengan 4 kasus kematian bayi. Tahun 2025 terjadi penurunan, dari 13 ibu hamil terdapat 6 persalinan di rumah dan 1 kasus kematian bayi. Sementara periode Januari–April 2026 mencatat 5 ibu hamil, dengan 3 persalinan di rumah dan belum ada kasus kematian bayi.


Sebagai upaya menekan angka tersebut, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Wairiang, serta pemerintah Kecamatan Buyasuri melaksanakan kunjungan rumah ke rumah pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat lintas sektor Triwulan IV tahun 2025.


Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada ibu hamil dan keluarga terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, persalinan di fasilitas kesehatan, serta perawatan pasca persalinan.


Hal yang menarik, rombongan yang dipimpin Camat Buyasuri harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer, melintasi perbukitan, kebun warga, dan hutan karena akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan.


Camat Buyasuri, Aloysius Baha Lajar, menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor yang terus dibangun. Ia menegaskan bahwa komitmen bersama sangat penting untuk menekan angka persalinan di rumah.


“Kerja sama ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan ibu dan anak. Harapannya tidak ada lagi kematian yang sebenarnya bisa dicegah jika persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi
  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi
  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi
  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi
  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi
  • Perjuangan Menembus Perbukitan: Edukasi Ibu Hamil di Tobotani untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi