Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Guru MAN 1 Manggarai Dilaporkan Aniaya Siswa, MM Bantah Cekik Korban dan Sebut Ada Adu Domba

Rabu, 25 Februari 2026 | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T12:47:13Z

guru_man_1_manggarai_dilaporkan_aniaya_siswa
Ilustrasi seorang guru memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan dugaan penganiayaan terhadap siswa di MAN 1 Manggarai yang kasusnya telah dilaporkan ke Polsek Reo.

MANGGARAI
– Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang guru berinisial MM terhadap siswanya, RA (kelas X), di MAN 1 Manggarai kini menjadi perhatian publik.


Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026. Atas kejadian itu, korban melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Reo dengan Nomor: LP/B/02/I/2026/SPKT/POLSEK REO/POLRES MANGGARAI/POLDA NTT, yang dibuat pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WITA, sebagaimana dikutip dari media Pena1Ntt.com.


Pengakuan Korban


Menurut keterangan RA, kepada media ini Via WhatsApp Rabu (25/02), peristiwa bermula saat dirinya berada di dalam ruang kelas sebelum kegiatan belajar dimulai. Terlapor disebut masuk ke kelas dan langsung melakukan tindakan kekerasan.


“Saya lagi di kelas, lalu dia masuk dan langsung cekik saya dan pukul,” ujar RA sebagaimana dikutip dari media tersebut.


Klarifikasi Guru MM


Sementara itu, MM yang juga mengajar di MAN 1 Manggarai membantah telah mencekik korban di dalam kelas. Ia mengakui sempat menampar korban, namun disebut terjadi di ruang Bimbingan dan Konseling (BK).


“Kalau dibilang saya cekik di kelas itu tidak benar. Saya memang menempeleng, itu pun terjadi di ruang BK dan spontan,” tegas MM saat dikonfirmasi media ini.


MM berdalih tindakannya dipicu dugaan perilaku korban yang disebut berulang kali mengintip istri dan anak perempuannya pada malam hari. Ia mengaku persoalan tersebut sebelumnya sudah diketahui orang tua korban dan sempat dilakukan perdamaian.


“Sebagai seorang ayah dan orang Timur yang punya adat dan budaya, itu sangat mencoreng harga diri saya. Tapi saya tetap menahan diri dan menganggap dia siswa yang perlu dibina,” ujarnya.


Dugaan Pihak Ketiga


MM juga menyebut adanya dugaan pihak ketiga yang memperkeruh situasi dan mendorong kasus tersebut dibawa ke ranah hukum.


Ia mengklaim memiliki rekaman pernyataan korban yang menyebut dirinya melapor atas arahan seorang oknum guru.


“Sebenarnya persoalan ini bisa diselesaikan di sekolah. Tapi ada pihak ketiga yang mengadu domba dan ingin membesarkan masalah. Jika terbukti ada yang sengaja memainkan isu ini, saya akan tempuh jalur hukum,” tegasnya.


Keluarga Korban Tolak Damai


Di sisi lain, keluarga korban mendesak aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara cepat dan transparan. Mereka juga menolak penyelesaian secara damai dan memilih menempuh jalur hukum.


Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian masih melakukan proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.


(**/Red)