Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Erwin Prasetiyo, M.Pd: Pengabdian Tulus di Hati Masyarakat Kedang

Rabu, 24 Desember 2025 | Desember 24, 2025 WIB Last Updated 2025-12-24T10:12:48Z

erwin_rektor_unimof
Foto: Erwin Prasetyo

MATALINENEWS.ID
- “Banyak safari, banyak pengalaman; banyak jalan, banyak pemandangan.” Pepatah ini sangat pantas disematkan kepada sosok Erwin Prasetiyo.


Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Kedang dengan langkah sederhana, kehadirannya laksana bulan purnama yang menerangi kegelapan kala itu.


Pengabdiannya tidak hanya terbatas di lingkungan kampus UNIMOF, tetapi meluas hingga ke wilayah timur Lembata dan barat Pulau Flores—dari Riung, Pota, hingga Reo dan sekitarnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Erwin benar-benar teruji dalam upaya memajukan UNIMOF, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.


Puluhan kali ia menginjakkan kaki di Uyelewun, membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat Kedang, khususnya di Walangsawa, Leubatang, dan Nilanapo. Kedekatan itu terjalin karena ia kerap menginap, berbincang santai dengan tuan rumah serta para tetangga. Hubungan akrab juga terjalin dengan pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, panitia pembangunan SMK Muhammadiyah Walangsawa, serta para guru.


Lebih dari itu, Erwin menjalin kedekatan khusus dengan para donatur tanah SMK Muhammadiyah Walangsawa. Terpukau oleh ketulusan dan pengorbanan mereka, ia merekomendasikan beberapa ahli waris untuk menempuh pendidikan gratis di UNIMOF hingga lulus.


Bagi Erwin, Kedang telah menjadi rumah kedua. Kehadirannya tak pernah terasa asing. Ia menikmati makanan lokal tanpa ragu, meskipun lidah Jawanya terbiasa dengan cita rasa khas Jawa.


Kehadirannya membawa berkah nyata. Ia pernah mengundang Prof. In’am (Wakil Rektor UMM) ke Kedang, serta mendampingi Daniel Fernandes berkeliling wilayah tersebut.


SMK Muhammadiyah Walangsawa yang dahulu hanyalah hutan belukar berbatu karang, kini menjelma menjadi kampus eksotis dengan gedung-gedung kelas yang megah dan tertata rapi. Pembangunan perdana itu dimulai oleh Erwin dengan ketulusan, tanpa pernah menuntut pengakuan atas namanya.


Ia dikenal sebagai gudang ide-ide inovatif. Dengan mendatangkan alat berat, ia meratakan lahan berbatu, mengubah hutan menjadi lanskap pendidikan yang indah dan penuh harapan.


Kedatangannya bagai mukjizat ilahi—membawa berkah yang menyentuh kehidupan warga satu per satu. Salah satu warisan terbesarnya adalah perjuangan beasiswa magister bagi kader Muhammadiyah di UMM. Melalui lobi hingga ke pejabat tingkat atas, ia memperjuangkan sistem cicilan bulanan yang akhirnya disetujui. Hasilnya, sejumlah kader berhasil meraih gelar magister, menyesuaikan ijazah di MyASN, memperoleh Persetujuan Teknis BKN, serta mengantongi poin kredit signifikan untuk kenaikan pangkat.


Seluruh capaian tersebut berawal dari gagasan Erwin Prasetiyo. Meski berdarah Jawa, ia dengan sepenuh hati berjuang demi pembangunan sumber daya manusia NTT.


Kini, meski tidak lagi menjabat sebagai Rektor UNIMOF, prakarsa dan dedikasinya tetap hidup dalam ingatan dan menjadi sumber motivasi bagi siapa pun yang mengenalnya, baik secara langsung maupun tidak. Semoga ia senantiasa meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Kedang—entah sebagai rektor, atau sekadar sebagai Erwin Prasetiyo.


Penulis: Sudarjo Abd. Hamid (Penyair Lembata)