Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Dengan KABOAK, TK ABA III Jadi Contoh Sekolah Berdaya & Berprestasi di Kupang

Jumat, 14 November 2025 | November 14, 2025 WIB Last Updated 2025-11-14T09:12:04Z

tk_aisyiyah_bustanul_atfal_3_kupang
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) III menerima penghargaan Juara 1 pada Lomba Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi Tingkat TK Kota Kupang Tahun 2025

KOTA KUPANG — Dunia pendidikan Kota Kupang kembali mendapat kabar membanggakan. TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) III resmi meraih Juara 1 pada Lomba Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi Tingkat TK Kota Kupang Tahun 2025. Prestasi ini dipimpin langsung oleh sang kepala sekolah, Mandasia Samsudin, M.Pd, dengan filosofi kepemimpinan lokal yang kini menjadi perbincangan: KABOAK.


KABOAK: Konsep Kepemimpinan yang Mengubah TK Biasa Menjadi Lembaga “Besar”


Istilah KABOAK berasal dari bahasa Kupang yang berarti besar. Dan konsep ini tidak sebatas slogan, tetapi menjadi “mesin penggerak” perubahan di TK ABA III.


Mandasia menjelaskan bahwa tugas Kepala Sekolah hari ini bukan sekadar memimpin administrasi, tetapi menjadi penggerak perubahan bagi seluruh ekosistem sekolah.


Makna KABOAK:


K – Kolaborasi: Membuka pintu seluas-luasnya bekerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan semua stakeholder.


A – Amanah: Dapat dipercaya dan akuntabel dalam setiap kebijakan.


B – Berdaya: Mengubah tantangan menjadi peluang pertumbuhan.


O – Optimis: Meyakini setiap sumber daya adalah kekuatan.


A – Aktif: Menggerakkan semua komponen sekolah untuk mencapai visi bersama.


K – Kreatif: Melahirkan inovasi dalam pembelajaran dan pengelolaan lembaga.


“Kepala sekolah itu harus mampu membawa sekolah menjadi besar—maju, terkenal, bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegas Mandasia.


Bukan Sekadar Piala, Tapi Perjalanan Menjadi Pemimpin Pembelajar


Menariknya, Mandasia mengaku bahwa lomba bukan tujuan akhir.

“Mengikuti lomba Kepala Sekolah Berprestasi bukan tentang mengejar piala atau juara, tetapi tentang perjalanan menjadi pribadi yang terus belajar, berbagi inspirasi, praktik baik, dan menebar manfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa prestasi tertinggi seorang kepala sekolah bukanlah piagam, melainkan saat ia mampu menumbuhkan semangat dan keberhasilan guru serta murid-muridnya.


“Karena sejatinya, pemimpin pembelajaran adalah ia yang mampu membawa perubahan bagi seluruh ekosistem sekolah,” tambahnya.


Mandasia pun menutup dengan pesan penuh makna:

“Manjadda wa jadda — siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.”


Motivasi untuk Semua Kepala Sekolah dan Guru di Kota Kupang


Mandasia berharap prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi energi positif untuk seluruh kepala sekolah dan guru di Kota Kupang.


“Semoga keberhasilan ini memotivasi kita semua untuk terus belajar dan tidak berhenti berbuat baik bagi murid-murid yang kita layani.”


TK ABA III: Bukti bahwa Kepemimpinan yang Membumi Melahirkan Sekolah yang “KABOAK” — Besar, Berdaya, dan Berdampak


Dengan kemenangan ini, TK ABA III membuktikan bahwa sekolah kecil bisa menjadi besar jika dipimpin dengan visi, aksi, dan hati yang benar. (Red)