![]() |
| Sejumlah siswa mengaji terdampak penyegelan Mushola Darul Amanah di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, yang kini harus berpindah-pindah tempat belajar Al-Qur’an. |
MATALINENEWS.ID, KUPANG — Penyegelan pembangunan Mushola Darul Amanah di RT 38, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyisakan duka mendalam bagi puluhan anak yang selama ini menjadikannya sebagai tempat belajar mengaji. Mushola tersebut disegel oleh warga pada Senin, 26 Januari 2026, karena pembangunan dinilai belum mengantongi izin resmi.
Akibat penyegelan itu, sekitar 40 siswa dan siswi ngaji kehilangan ruang belajar Al-Qur’an sekaligus tempat melaksanakan ibadah salat. Mushola yang sebelumnya ramai oleh lantunan ayat suci kini tertutup, membuat aktivitas keagamaan anak-anak terhenti.
Sejak mushola tak lagi bisa digunakan, para siswa terpaksa berpindah-pindah tempat mengaji dari rumah ke rumah. Bahkan, sebagian anak memilih berhenti mengaji karena lokasi pengganti terlalu jauh dan sulit dijangkau.
Kondisi ini dirasakan sangat berat oleh para siswa. Naya, salah satu siswi ngaji, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan harapannya kepada pemerintah. Dengan suara bergetar, ia memohon perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami cuma ingin bisa ngaji lagi di mushola. Sekarang kami pindah-pindah rumah, ada yang sudah tidak ngaji karena jauh. Tolong supaya mushola kami bisa dibuka lagi,” ujar Naya saat ditemui wartawan, Senin, 10 Februari 2026.
Sementara itu, pihak pengelola dan jamaah Mushola Darul Amanah mengaku masih menunggu proses penyelesaian perizinan. Mereka berharap ada jalan keluar yang bijak dan damai, agar tempat ibadah tersebut dapat kembali difungsikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan ruang belajar agama yang aman dan nyaman.
Orang tua siswa pun berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera turun tangan, sehingga kegiatan mengaji dapat kembali berjalan dan masa depan spiritual anak-anak tidak terhenti oleh persoalan administratif. (*)




