May Day Kupang: Negara Bela Buruh atau Modal?
![]() |
| Suasana diskusi publik Hari Buruh di Kupang yang menghadirkan aktivis, akademisi, dan pemerintah membahas nasib pekerja. |
Kota Kupang — Peringatan Hari Buruh Internasional diwarnai diskusi publik yang digelar di Gedung Dakwah PWM NTT, Jumat sore. Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber dari kalangan akademisi, aktivis buruh, hingga perwakilan pemerintah untuk membedah kondisi riil pekerja di Nusa Tenggara Timur pada Jumat 1/04/2026 (sore).
Mengangkat tema “Negara Hadir untuk Buruh atau Justru Melayani Modal?”, forum ini menyoroti berbagai persoalan krusial, mulai dari rendahnya upah hingga lemahnya perlindungan kerja di sejumlah sektor.
Lima narasumber yang hadir yakni Filmon Loasana (Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi III), Stanis Tefa (Ketua KSPSI NTT), Cakti Kirie (Ketua Umum DPD IMM NTT), Givaldus Loy (Ketua FMN Cabang Kupang), dan Andi Sanjaya (Koordinator Daerah BEMNUS NTT).
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis terkait peran negara dalam menjamin kesejahteraan buruh. Para pembicara menekankan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja, bukan semata pada kepentingan modal.
Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Kota Kupang, Faridun, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar peringatan May Day tidak sekadar seremonial tahunan. Menurutnya, diskusi ini penting untuk mengungkap realitas di lapangan terkait pemenuhan hak-hak buruh.
“Kami ingin publik melihat secara jelas akar persoalan buruh selama ini, apakah hak-haknya sudah terpenuhi atau belum,” ujarnya.
Ia berharap hasil diskusi ini dapat memberi dampak positif dan menjadi dorongan bagi pemangku kebijakan untuk lebih serius memperjuangkan kesejahteraan buruh di daerah. (Mutma)
