Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan

upacara_hardiknas_kabupaten_lembata_2026
Suasan Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Lembata tahun 2026 yang berlangsung di Desa Roho, Kecamatan Buyasuri (dok.sudarjo/matalinenews)

Lembata
- Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Lembata tahun 2026 yang berlangsung di Desa Roho, Kecamatan Buyasuri, terbilang sukses dan berkesan.


Kegiatan diawali dengan penjemputan Bupati Lembata, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Lembata di ujung timur lapangan sepak bola desa. Prosesi adat Kedang (Oisong), pengalungan selendang, serta suguhan sirih pinang menjadi pembuka sebelum rombongan diarahkan menuju tenda upacara. Bupati Lembata bertindak sebagai pembina upacara, sementara pemimpin upacara adalah Silvester Yafet, S.Fil (Kabid Pembina TK/PAUD Dinas Pendidikan Lembata). Pembacaan UUD 1945 dilakukan oleh Yohanes Keluli, S.Pd, Ikrar Pelajar Indonesia oleh siswa SMPN 1 Buyasuri, doa oleh Sudarjo Abd. Hamid, S.PdI, M.Pd (guru PAI SDN Leuwalang), paduan suara oleh siswa SMP Don Bosco Aliuroba, serta pengibaran bendera oleh siswa SMKN Buyasuri.

Upacara berlangsung lancar dari pukul 08.00 hingga 10.00 WITA pada Sabtu, 2 Mei 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Ketua DPRD, para kepala dinas, Camat Omesuri dan Buyasuri, Bank NTT, para kepala desa, peserta lomba, siswa, kepala sekolah, serta undangan lainnya.

Kegiatan ini mengusung tema: “Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Menuju Lembata Berinovasi, Cerdas Digital, dan Berakar Budaya.” Tema ini merupakan gabungan dari kebijakan Kementerian Dikdasmen dan visi Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman kejuaraan dan pembagian hadiah, penampilan juara, dolo-dolo bersama, pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Wairiang dan Bean, serta tabur bunga di pusara para guru yang telah wafat di sekitar desa.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Suhartin Bungalaleng, menyampaikan bahwa tema tersebut mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa pendidikan adalah kerja peradaban yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya sekolah.

Pendidikan yang diharapkan adalah pendidikan bermutu, inklusif, serta mampu melahirkan generasi inovatif, melek digital, dan tetap berakar pada budaya Lembata (Edang dan Lamaholot).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya pemerintah dan masyarakat di wilayah Buyasuri serta desa-desa pendukung, atas kerja sama dan partisipasi aktif sehingga kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sukses.

Di akhir penyampaiannya, Suhartin berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga sebagai kekuatan dalam membangun pendidikan Lembata yang lebih maju, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan
  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan
  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan
  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan
  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan
  • Hardiknas Lembata 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Persaudaraan