Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Pekan Pengabdian Masyarakat HIPPMAR Kupang-NTT: Penyuluhan Penting Hindari Pernikahan Dini, Pergaulan Bebas, dan Kesehatan Reproduksi bagi Siswa SMPN dan SMAN Di Desa Treweng

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T08:46:41Z

Foto sosialisasi HIPPMAR Kupang-NTT

Alor, 25 Maret 2026 – Mataline News.id Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Blagar  (HIPPMAR) Kupang-NTT melaksanakan kegiatan Pekan Pengabdian Masyarakat pada hari Rabu, 25 Maret 2026, di Desa Treweng, Kecamatan Pantar Timur. Kegiatan ini berupa penyuluhan yang menyoroti tiga isu krusial, yaitu bahaya pernikahan dini, risiko pergaulan bebas, serta pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi, yang ditujukan khusus bagi siswa SMP Negeri dan SMA Negeri di wilayah tersebut.


Kegiatan ini digelar karena dinilai sangat mendesak dan diperlukan bagi kaum muda. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh HIPPMAR, masih banyak remaja di wilayah tersebut yang memiliki wawasan terbatas terkait dampak negatif dari pernikahan dini dan pergaulan bebas, serta kurang memahami cara menjaga kesehatan reproduksi. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental, terhambatnya pendidikan, hingga masalah sosial di masyarakat.


Dalam penyuluhan ini, HIPPMAR menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Mereka menjelaskan bahwa pernikahan dini tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan yang menetapkan batas usia pernikahan, tetapi juga membawa risiko kesehatan bagi ibu dan anak, seperti komplikasi kehamilan dan persalinan. Selain itu, pergaulan bebas dapat menimbulkan risiko penularan penyakit menular seksual, kehamilan tidak direncanakan, serta gangguan psikologis seperti stres dan depresi.


Mengenai kesehatan reproduksi, peserta diajarkan tentang cara menjaga kebersihan tubuh, memahami perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, serta pentingnya mengambil keputusan yang bijak dalam menjaga hubungan dengan lawan jenis. Materi juga disampaikan dengan pendekatan dialog interaktif, di mana siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman, sehingga suasana kegiatan menjadi hidup dan peserta lebih aktif berpartisipasi.


Kepala Sekolah salah satu SMAN yang berpartisipasi menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat membantu pihak sekolah dalam mendidik siswa, karena isu-isu yang dibahas merupakan hal yang sering dihadapi remaja namun seringkali sulit dibahas secara terbuka. "Kami berterima kasih kepada HIPPMAR yang telah berinisiatif membawa informasi yang bermanfaat ini. Semoga siswa kami dapat memahami dan menerapkan apa yang telah dipelajari untuk masa depan yang lebih baik," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum  HIPPMAR Kupang-NTT (Satrio Kemang) menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penyuluhan, tetapi juga bentuk kepedulian pemuda terhadap generasi penerus. "Kami ingin memastikan bahwa kaum muda di wilayah kami memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Wawasan yang luas akan menjadi benteng bagi mereka agar terhindar dari berbagai risiko yang tidak diinginkan," katanya.


Kegiatan berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan pembagian materi edukasi serta penandatanganan komitmen bersama antara siswa, pihak sekolah, dan HIPPMAR untuk terus menyebarkan informasi positif terkait isu-isu tersebut. Ke depannya, HIPPMAR berencana untuk memperluas jangkauan kegiatan pengabdian masyarakat ini ke wilayah lain agar lebih banyak remaja yang mendapatkan manfaatnya.

Penulis (Samsul Kemang)