
Suasana ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Antonius dari Padua, Kelapa Lima, Kota Kupang, berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dipimpin RD. Hipolito B. A. Freitas, Pr., Kamis (8/1/2026).
Kupang, Matalinenews – Semangat toleransi dan persaudaraan lintas iman terpancar kuat dalam rangkaian Ibadah Natal, Syukuran Natal 2025, Tahun Baru 2026, serta Syukuran Purna Bakti Dua Guru yang diikuti keluarga besar SMK Negeri 6 Kota Kupang, Kamis, 8 Januari 2026 (pagi).
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Antonius dari Padua, Kelapa Lima, Kota Kupang, yang dipimpin langsung oleh RD. Hipolito B. A. Freitas, Pr. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai ungkapan syukur atas kasih Tuhan.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus acara syukuran purna bakti dua orang guru SMK Negeri 6 Kupang sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi mereka di dunia pendidikan.
Ketua Panitia Syukuran, Sufyanto Minggele, S.Kom., M.Sos, yang juga seorang muslim, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kehidupan yang rukun dan harmonis.
“Kebersamaan hari ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk hidup rukun sebagai satu keluarga besar. Ini adalah momen yang sangat bermakna bagi saya secara pribadi,” ujar Sufyanto.
Ia juga mengenang pesan masa kecil yang hingga kini membekas dalam ingatannya, yakni ungkapan “dalam Tuhan kita bersaudara” yang sering disampaikan gurunya saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurutnya, pesan tersebut kini benar-benar terwujud dalam kehidupan bersama di lingkungan SMK Negeri 6 Kupang.
Dalam sambutannya, Sufyanto menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam dikenal hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tercermin dalam proses persiapan hingga pelaksanaan syukuran Natal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan semangat gotong royong.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu singkat, yakni selama empat hari sejak masuk sekolah pada tanggal 5 Januari 2026, termasuk memastikan kesiapan konsumsi siswa melalui dapur MBG yang dipantau langsung selama dua hari.
“Semoga pelayanan yang kita berikan dalam kegiatan ini menjadi berkat bagi kita semua dalam satu atap SMK Negeri 6 Kota Kupang,” harapnya.
Sufyanto juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, siswa, serta semua pihak yang telah berpartisipasi. Menurutnya, semangat toleransi yang ditunjukkan hari itu merupakan kekuatan sekaligus keteladanan bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip pemikiran penyair dunia Khalil Gibran yang menyatakan bahwa kasih sejati tidak memberi apa pun kecuali dirinya sendiri. Kutipan itu dinilai sejalan dengan tema Natal, “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, yang menegaskan bahwa kasih merupakan dasar pengorbanan, pengertian, dan kebersamaan dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Terkait pendanaan, Sufyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bersumber dari IPB sebesar Rp10 juta, serta partisipasi aktif dari 94 guru dan tenaga kependidikan melalui program pros kado dengan nominal berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per orang. Selain itu, dukungan sponsorship juga datang dari Injeksi Kreatif Center Kupang serta WINS yang menyediakan minuman gratis dan sejumlah produk pendukung lainnya.
Mengakhiri sambutannya, atas nama panitia, Sufyanto menyampaikan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh keluarga besar SMK Negeri 6 Kupang, dengan harapan damai Natal membawa sukacita dan harapan baru bagi semua.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, M.Pd, mengajak seluruh warga sekolah untuk selalu bersyukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Tujuan utama perayaan hari raya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Bukan semata ritual, tetapi bagaimana nilai kasih itu tercermin dalam hubungan dengan sesama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan alat pemecah belah, melainkan sarana untuk mempererat persaudaraan dan membesarkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, perbedaan cara beribadah adalah hal yang wajar, namun tujuan semua umat beragama tetap sama, yakni mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kepala sekolah juga mengapresiasi semangat kemitraan dan inovasi yang terus dibangun bersama berbagai pihak demi kemajuan sekolah. Ia berharap semangat toleransi dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga agar SMK Negeri 6 Kupang semakin berkembang menjadi sekolah yang unggul, aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Rangkaian ibadah, syukuran Natal, Tahun Baru, serta purna bakti guru ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama sekaligus komitmen SMK Negeri 6 Kupang dalam menanamkan nilai persaudaraan sejati di dunia pendidikan. (/red)