Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

PERGUNU NTT: Dari Struktur ke Aksi Nyata Guru di Daerah

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB Last Updated 2025-12-31T10:30:11Z

sufyanto_minggele
Foto Penulis: Syufiyanto Minggele, S.Kom., M.Sos / Ketua PW PERGUNU NTT)

MATALINENEWS.ID
– Tahun 2025 menjadi titik penting bagi Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Nusa Tenggara Timur. Bagi kami, ini bukan sekadar catatan organisasi, tetapi ujian keseriusan untuk menghadirkan perubahan nyata di dunia pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan.


Hingga akhir tahun ini, PW PERGUNU NTT berhasil membentuk lima Pengurus Cabang (PC) melalui Konferensi Cabang (KONFERCAB) di Kabupaten:


Alor


Ende


Nagekeo


Manggarai


Sabu Raijua


Pencapaian ini penting sekaligus menjadi alarm: membangun struktur lebih mudah daripada memastikan organisasi hidup, bergerak, dan berdampak. Kehadiran PC PERGUNU menegaskan kesadaran guru NU bahwa persoalan pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada negara. Kesenjangan kualitas guru, keterbatasan akses pelatihan, serta lemahnya penguatan karakter dan nilai kebangsaan masih nyata, terutama di daerah kepulauan. Di sinilah PERGUNU hadir secara strategis.


Namun, tantangan terbesar bukan ekspansi wilayah, melainkan konsistensi gerakan. PC PERGUNU harus lebih dari sekadar eksis secara struktural. Mereka perlu menyusun agenda kaderisasi guru, penguatan profesionalisme, dan advokasi pendidikan yang menjawab kebutuhan riil daerah masing-masing.


Misalnya, PC Alor dan Sabu Raijua menghadapi persoalan geografis ekstrem dan keterbatasan sarana pendidikan, sementara PC Manggarai, Ende, dan Nagekeo menuntut peningkatan kualitas guru di tengah tuntutan kurikulum nasional. Perbedaan tantangan ini memerlukan pendekatan kontekstual, bukan seragam atau seremonial.


Keberhasilan PERGUNU NTT diukur dari sejauh mana guru merasa didampingi, diperkuat, dan diberdayakan. Organisasi ini tidak boleh berhenti menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi harus tumbuh menjadi wadah gagasan dan gerakan nyata. PW hadir sebagai pengarah kebijakan dan penguat jejaring, sementara PC aktif, kritis, dan mandiri menjadi fondasi organisasi.


Tujuan PERGUNU NTT:


Menjadi organisasi profesi yang profesional, sebagai wadah kolaborasi guru NU.


Meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik guru melalui program pelatihan dan advokasi beasiswa (S1, S2, S3).


Menjadi ujung tombak syiar Aswaja An-Nahdliyah di bidang pendidikan.


Terlibat aktif dalam pembangunan pendidikan lokal bersama pemerintah dan masyarakat.


Mewujudkan cita-cita pendidikan NU: mencetak masyarakat mandiri, berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan.


Menutup tahun 2025, lima PC yang terbentuk adalah fondasi awal, bukan garis akhir. PERGUNU NTT terus berbenah, jujur pada kekurangan, dan berani mengambil peran strategis. Masa depan pendidikan NTT tidak hanya ditentukan kebijakan, tetapi oleh guru yang bergerak dan bertanggung jawab.


Penulis: Syufiyanto Minggele, S.Kom., M.Sos / Ketua PW PERGUNU NTT)