72 CAMABA NTT Dilepas, Siap Kuliah Gratis

72 CAMABA asal NTT penerima Beasiswa PERGUNU 2026 saat mengikuti acara pelepasan sebelum berangkat menempuh pendidikan di UAC Pacet, Mojokerto.
KUPANG, MATALINENEWS.ID — Sebanyak 72 Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), penerima Beasiswa PERGUNU 2026, resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari komitmen PW PERGUNU NTT dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda NTT. Tahun ini, proses rekrutmen dilakukan dengan menjangkau berbagai wilayah sehingga penerima beasiswa berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Flores, Alor hingga Timor.
Ketua PW PERGUNU NTT, Syufyanto Minggele, M.Pd, mengatakan program beasiswa tahun 2026 secara khusus diarahkan untuk menjangkau seluruh wilayah NTT.
“Beasiswa kali ini menyisir semua daerah di NTT. Kita ingin memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak-anak NTT untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, serta mampu berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” ujar Syufyanto.
72 CAMABA Tersebar di Sejumlah Daerah
Sebanyak 72 CAMABA penerima Beasiswa UAC Pacet 2026 berasal dari sejumlah PC PERGUNU di NTT.
Dari Zona Flores Bagian Barat, penerima terdiri atas PC PERGUNU Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 10 CAMABA, Kabupaten Ende lima CAMABA, dan Kabupaten Nagekeo satu CAMABA.
Sementara Zona Flores Bagian Timur terdiri atas PC PERGUNU Kabupaten Lembata sebanyak 26 CAMABA dan Kabupaten Flores Timur satu CAMABA.
Adapun dari Zona Alor dan Timor, penerima berasal dari PC PERGUNU Kabupaten Alor sebanyak 27 CAMABA, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) satu CAMABA, Kabupaten Malaka satu CAMABA, serta PC PERGUNU Kota Kupang.
Dengan demikian, sebanyak 72 CAMABA diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan tinggi di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Berangkat Menggunakan Kapal dan Pesawat
Keberangkatan para CAMABA dibagi berdasarkan zona wilayah masing-masing.
CAMABA dari Zona Flores Bagian Barat dan Flores Bagian Timur menggunakan kapal DLU pada 3 Oktober 2026 dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 6 Oktober 2026.
Sementara CAMABA dari Zona Alor dan Timor menggunakan transportasi udara pada 5 Oktober 2026 dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Perjalanan tersebut menjadi langkah awal bagi para penerima beasiswa untuk memasuki dunia perguruan tinggi sekaligus memulai perjuangan akademik di tanah Jawa.
Menuntut Ilmu Adalah Kewajiban
Dalam acara pelepasan, Wakil Ketua PWNU NTT, Drs. Kyai Abdul M. Hadi, M.Ag, berpesan agar para CAMABA menjadikan beasiswa tersebut sebagai amanah dan kesempatan untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Ia mengingatkan hadis:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya berkaitan dengan pencapaian gelar akademik, tetapi juga pembentukan manusia berilmu, berakhlak, memiliki tanggung jawab sosial, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pendidikan Jadi Fondasi Kebangkitan Bangsa
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PW PERGUNU NTT, Drs. H. Ibrahim Arif, menyampaikan refleksi mengenai pentingnya pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyinggung kisah populer tentang Kaisar Hirohito pasca-bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang disebut mengumpulkan puluhan ribu guru. Ibrahim mengingatkan bahwa kisah tersebut belum terbukti secara historis dan lebih tepat dipandang sebagai cerita atau mitos sejarah.
Meski demikian, menurutnya, pesan moral mengenai pentingnya pendidikan tetap relevan. Jepang memang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia dalam proses pembangunan pasca-Perang Dunia II.
“Pesan yang ingin kita ambil adalah bahwa pendidikan dan sumber daya manusia merupakan kekuatan utama sebuah bangsa. Karena itu, anak-anak NTT yang hari ini mendapatkan kesempatan kuliah harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Ibrahim Arif.
PC PERGUNU Alor Apresiasi Program
Sekretaris PC PERGUNU Kabupaten Alor, Mukmin Boli, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PW PERGUNU NTT yang telah memfasilitasi pelaksanaan program beasiswa tersebut.
Menurutnya, proses program berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari perekrutan, pelaksanaan tes hingga pengumuman kelulusan CAMABA, baik gelombang pertama maupun gelombang kedua.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PW PERGUNU NTT yang telah memfasilitasi seluruh tahapan, mulai dari perekrutan, tes, sampai pengumuman kelulusan CAMABA tahun 2026, baik gelombang satu maupun gelombang dua. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi anak-anak NTT,” ujar Mukmin.
Membawa Harapan NTT ke Tanah Jawa
Keberangkatan 72 CAMABA tersebut bukan sekadar perjalanan dari NTT menuju Jawa Timur. Mereka membawa harapan keluarga dan daerah untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Melalui program Beasiswa PERGUNU, para penerima diharapkan mampu belajar dengan tekun, menjaga nama baik NTT, menjunjung tinggi akhlak, serta membangun persaudaraan selama berada di lingkungan kampus.
PW PERGUNU NTT juga berharap para penerima beasiswa dapat kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat NTT setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari NTT menuju Jawa Timur. Dari beasiswa menuju masa depan. Dari pendidikan menuju pengabdian.
Sebanyak 72 CAMABA NTT kini membawa harapan, menempuh pendidikan, dan dipersiapkan untuk kembali memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.