Keluhan Jalan Lingkungan Kampus Direspons Cepat, DPD IMM NTT Apresiasi Pemkot Kupang
![]() |
| Dokumentasi kegiatan diskusi publik, IMM NTT Apresiasi Respon Cepat Pemkot |
KUPANG — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Kupang dalam menindaklanjuti aspirasi terkait kondisi jalan lingkungan di kawasan Kampus Muhammadiyah Kupang.
Aspirasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kupang melalui audiensi langsung dengan Wali Kota Kupang. Dalam pertemuan tersebut, PC IMM Kota Kupang menyampaikan keluhan masyarakat dan kebutuhan perbaikan akses jalan di lingkungan Muhammadiyah yang dinilai penting bagi aktivitas mahasiswa, masyarakat, dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
Respons atas aspirasi tersebut kemudian diwujudkan melalui perbaikan jalan di lingkungan Kampus Muhammadiyah Kupang.
Ketua Umum DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, menyampaikan apresiasi tersebut dalam Diskusi Publik yang digelar DPD IMM NTT di Regans Caffe, Kupang, pada 3 Oktober 2026.
Cakti menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang atas respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan kader IMM. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa komunikasi langsung antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dapat menghasilkan langkah konkret.
“Saya menyampaikan terima kasih atas respons cepat Wali Kota Kupang dalam memperbaiki jalan di lingkungan Muhammadiyah. Aspirasi ini sebelumnya disampaikan langsung oleh PC IMM Kota Kupang dalam audiensi dengan Wali Kota. Bagi kami, ketika aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan perbaikan, tentu ini patut diapresiasi,” ujar Cakti.
Menurut Cakti, perbaikan jalan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan Muhammadiyah.
Karena itu, menurut Cakti, perbaikan jalan akan memberikan manfaat yang lebih luas. Akses yang lebih baik dinilai dapat memperlancar mobilitas mahasiswa dan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, khususnya UMKM yang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Dengan diperbaikinya jalan di lingkungan Muhammadiyah, tentu aktivitas UMKM akan semakin lancar. Di sekitar sini juga banyak kos-kosan mahasiswa, ada beberapa perkantoran dan lokasinya berdekatan dengan sejumlah kampus. Artinya, jalan ini memiliki fungsi ekonomi dan sosial yang cukup penting,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan sekitar Muhammadiyah merupakan salah satu lingkungan yang cukup aktif karena menjadi ruang bertemunya berbagai aktivitas masyarakat. Selain aktivitas kampus, kawasan tersebut juga menjadi lokasi sejumlah kos mahasiswa, pelaku UMKM, perkantoran, serta berada tidak jauh dari beberapa perguruan tinggi.
“Dengan diperbaikinya jalan di lingkungan Muhammadiyah, tentu aktivitas UMKM akan semakin lancar. Di sekitar sini juga banyak kos-kosan mahasiswa, ada beberapa perkantoran dan lokasinya berdekatan dengan sejumlah kampus. Artinya, jalan ini memiliki fungsi ekonomi dan sosial yang cukup penting,” katanya.
Cakti menilai respons cepat pemerintah tersebut menjadi contoh bahwa aspirasi masyarakat tidak harus berhenti pada meja birokrasi. Menurutnya, keberanian pemerintah untuk merespons persoalan secara cepat merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan publik.
“Jarang kita menemukan pemimpin yang responsif terhadap keluhan seperti ini. Ketika masyarakat menyampaikan persoalan, kemudian pemerintah bergerak dan memberikan solusi, menurut saya itu patut diapresiasi,” ujar Cakti.
Ia juga memahami bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini menghadapi berbagai tantangan fiskal, terutama dalam situasi efisiensi anggaran dan dinamika kebijakan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah (HKPD). Kondisi tersebut, kata dia, tentu dapat memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat.
“Di tengah efisiensi anggaran dan berbagai tantangan fiskal daerah, tentu kerja Pemerintah Kota Kupang tidak mudah. Tetapi ketika ada keluhan masyarakat dan pemerintah tetap mampu merespons serta melakukan perbaikan, itu menunjukkan adanya komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang responsif,” katanya.
Bagi IMM, Cakti menambahkan, perbaikan jalan tersebut juga menunjukkan pentingnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Audiensi yang dilakukan PC IMM Kota Kupang, menurutnya, menjadi bagian dari fungsi organisasi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal kebutuhan masyarakat.
“IMM akan terus menjadi mitra kritis pemerintah. Ketika ada kebijakan atau pelayanan yang perlu dikritisi, tentu kami akan menyampaikannya. Tetapi ketika ada respons dan kerja nyata pemerintah yang dirasakan masyarakat, kita juga harus objektif memberikan apresiasi,” katanya.
Ia berharap respons positif tersebut dapat dipertahankan dan menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan Kota Kupang, sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.
“Bagi kami, kritik dan apresiasi harus berjalan beriringan. Pemerintah perlu dikawal, tetapi pemerintah juga perlu diapresiasi ketika bekerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Cakti.
