Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi

kunker_wagub_ntt_kepala_smk_negeri_6_kupang
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M. bersama Kepala SMK Negeri 6 Kupang Asa Manson Lahtang dalam kunjungan kerja di SMK Negeri 6 Kupang, Rabu (9/9/2026). Kunjungan membahas penguatan pendidikan vokasi dan inovasi sekolah.( Dok.Reno/matalinenews)

KUPANG, MATALINENEWS.ID
— Keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan bagi SMK Negeri 6 Kupang untuk berhenti berinovasi. Sekolah kejuruan tersebut terus mengembangkan pendidikan vokasi melalui berbagai program strategis yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi sekaligus masa depan peserta didik.


Hal itu disampaikan Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manson Lahtang, S.Pd., M.Pd., saat menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., Rabu, 9 September 2026 pagi.


Dalam kesempatan tersebut, Asa menjelaskan bahwa SMK Negeri 6 Kupang berdiri sejak 2003 sebagai pengembangan pendidikan kejuruan yang sebelumnya berada di SMP Negeri 8 Kupang. Pada 2013, sekolah tersebut berpindah ke lokasi yang sekarang ditempati.


Menurut Asa, kondisi keterbatasan lahan dan fasilitas tidak boleh membatasi kreativitas sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada siswa.


“Tempat ini memang sangat terbatas, tetapi itu tidak bisa membatasi kami untuk selalu berupaya dan berinovasi. Keadaan tidak bisa membatasi,” tegas Asa.


Saat ini SMK Negeri 6 Kupang memiliki lima kompetensi keahlian, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak dan Gim (RPL), Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).


Khusus bidang teknologi, sekolah terus mendorong siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan solusi berbasis teknologi.


Asa mengatakan, siswa RPL telah diarahkan untuk mengembangkan aplikasi yang digunakan untuk kebutuhan sekolah. Bahkan, sejumlah hasil karya aplikasi tersebut telah dimanfaatkan oleh mitra.


Bangun IT Center dari Kekuatan Sekolah


Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pembangunan IT Center. Gagasan tersebut muncul setelah pihak sekolah melakukan kunjungan pembelajaran ke Yogyakarta pada 2023.


Sepulang dari Yogyakarta, Asa menargetkan SMK Negeri 6 Kupang memiliki pusat pembelajaran teknologi sendiri sehingga ke depan bukan hanya siswa NTT yang belajar ke luar daerah, tetapi masyarakat dari luar juga dapat datang untuk belajar di Kupang.


Target tersebut kemudian diwujudkan melalui pembangunan gedung tiga lantai dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumber daya yang dimiliki sekolah.


“Ketika kami pulang ke Kupang, saya katakan tiga tahun ke depan SMK Negeri 6 harus punya IT Center. Orang datang belajar di kita, bukan kita yang belajar di luar,” ujar Asa.


Gedung tersebut dikembangkan untuk berbagai fungsi. Lantai pertama diarahkan sebagai pusat bisnis, ruang promosi produk sekolah dan koperasi. Lantai kedua digunakan untuk pelatihan coding, sedangkan lantai ketiga dipersiapkan untuk program SMK Go Global dan Migran Center.


Program pelatihan coding juga melibatkan siswa yang sebelumnya memperoleh pengalaman belajar di luar daerah. Setelah kembali, mereka didorong untuk menjadi instruktur bagi siswa lainnya.


SMK Go Global Disiapkan Jadi Pilot Project


Asa juga mengungkapkan bahwa SMK Negeri 6 Kupang menjadi sekolah yang dipersiapkan sebagai pilot project SMK Go Global di NTT.


Program tersebut diarahkan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada siswa agar memiliki peluang lebih luas, termasuk menghadapi dunia kerja internasional.


“Semua ini kami lakukan untuk siswa. Agar mereka dibekali berbagai pengetahuan, pelatihan dan pemahaman,” katanya.


Selain pembangunan fasilitas, sekolah juga memperkuat program kewirausahaan melalui toko sekolah, koperasi dan E-Learning Cafe.


Konsep E-Learning Cafe dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Menurut Asa, proses belajar tidak harus selalu berlangsung secara kaku di ruang kelas.


“Rombel itu bukan persoalan ruang kelas. Rombel adalah kelompok belajar. Jadi, di mana saja mereka bisa belajar,” jelasnya.


Konsep tersebut diharapkan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman, interaktif dan mendorong siswa untuk aktif.


Perkuat Kemitraan dengan Dunia Industri


SMK Negeri 6 Kupang juga terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Saat ini sekolah telah memiliki lebih dari 100 mitra.


Khusus kompetensi TKJ, sekolah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan internet. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).


“Ketika kami menandatangani MoU, salah satu syaratnya kami harus memakai produk mereka. Semua ini untuk anak, demi anak,” ujar Asa.


Dari sisi sumber daya manusia, SMK Negeri 6 Kupang saat ini memiliki 70 guru dan 21 tenaga kependidikan dengan komposisi guru PNS, PPPK, PPPK paruh waktu dan honorer.


Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menjawab tantangan pendidikan vokasi, terutama stigma bahwa lulusan SMK menjadi salah satu kelompok penyumbang pengangguran.


Asa menegaskan, sekolah ingin membalik stigma tersebut dengan membekali siswa bukan hanya keterampilan kerja, tetapi juga kemampuan berwirausaha dan menciptakan peluang.


“Kami berupaya membekali siswa-siswa kami. Semua ini dilakukan hanya satu, untuk siswa,” tandasnya.


Kunjungan Wakil Gubernur NTT diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam membangun pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi. (fd)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi
  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi
  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi
  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi
  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi
  • Kunker Wagub NTT, Kepala SMK Negeri 6 Kupang Optimis Bangun Vokasi Berbasis Inovasi