Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS

mahasiwa_umkoe_kkn_di_leuwohung.jpg
Mahasiswa KKN Desa Leuwohung memberikan sosialisasi pengembangan UMKM kepada masyarakat melalui pengolahan abon ikan dan edukasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS

LEWOHUNG, MATALINENEWS.ID
— Potensi hasil laut dan pangan lokal Desa Leuwohung, Kabupaten Lembata, mulai didorong menjadi peluang ekonomi baru. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Leuwohung menggelar sosialisasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inovasi produk abon ikan, jagung titi “Hengang Ino”, hingga pengenalan pembayaran digital menggunakan QRIS.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual dan peluang pemasaran lebih luas.


Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai proses pembuatan abon ikan, mulai dari pengolahan bahan hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.


Abon ikan diperkenalkan sebagai salah satu bentuk inovasi pengolahan hasil perikanan. Produk tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil laut sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.


Selain abon ikan, mahasiswa KKN turut memperkenalkan jagung titi “Hengang Ino” sebagai salah satu produk khas Desa Leuwohung.


Produk tersebut diangkat tidak hanya untuk mempertahankan cita rasa dan kekhasan pangan lokal, tetapi juga sebagai potensi UMKM yang dapat dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas.


Tak Hanya Produksi, Mahasiswa Kenalkan QRIS


Pengembangan UMKM dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek produksi. Mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai digitalisasi usaha melalui penggunaan QRIS.


Masyarakat diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital sebagai salah satu alternatif untuk mempermudah transaksi antara penjual dan konsumen.


Pemanfaatan QRIS diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia usaha sekaligus membuka peluang transaksi yang lebih praktis.


Dari sisi harga, produk yang diperkenalkan juga relatif terjangkau. Abon ikan dipasarkan dengan harga Rp20 ribu per pcs, sementara jagung titi “Hengang Ino” dibanderol Rp5 ribu per pcs.


Harga tersebut menjadi bagian dari upaya awal memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran, baik secara langsung maupun melalui pemanfaatan platform digital.


Warga Antusias Ikuti Sosialisasi


Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana antusias. Masyarakat Desa Leuwohung mengikuti proses pembuatan abon ikan, mengenal produk jagung titi “Hengang Ino”, hingga mempelajari penggunaan QRIS dalam transaksi UMKM.


Mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan produk lokal Desa Leuwohung.


Potensi hasil perikanan dan pangan lokal diharapkan mampu dikembangkan menjadi produk UMKM yang memiliki nilai ekonomi, dikenal lebih luas, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.


Di sisi lain, pengembangan produk lokal juga diharapkan tetap mempertahankan kekhasan dan kearifan lokal yang menjadi identitas Desa Leuwohung.


Dengan menggabungkan potensi lokal, inovasi produk, dan digitalisasi transaksi, mahasiswa KKN mendorong UMKM Desa Leuwohung agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk berkembang mengikuti kebutuhan ekonomi dan teknologi saat ini. (Tim)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS
  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS
  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS
  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS
  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS
  • Mahasiswa KKN Leuwohung Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Bisnis: Abon Ikan, Jagung Titi hingga QRIS