Jangan Jadi Pelaku atau Penonton! Mahasiswa KKN UMKoe Edukasi Bahaya Bullying
KOTA KUPANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) menggelar sosialisasi anti-bullying bagi murid UPTD SD Negeri Nunbaun Sabu, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (19/8/2026).
Kepada media ini Via WhatsApp (20/08) menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UMKoe di Kelurahan Nunbaun Sabu. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku perundungan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama.
Sosialisasi diikuti murid kelas 1 hingga kelas 6 dengan didampingi para guru. Materi disampaikan mahasiswa KKN menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai bentuk bullying, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang perlu dilakukan ketika seorang anak mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Para murid juga diajak mengenali berbagai contoh bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari mengejek teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan, melakukan kekerasan fisik, hingga melontarkan perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Sekolah Harus Aman untuk Semua Anak
Mahasiswa KKN menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak, bukan ruang yang membuat siswa takut atau merasa tertekan.
![]() |
Karena itu, para murid diajak untuk tidak melakukan bullying terhadap teman. Mereka juga diingatkan agar tidak sekadar menjadi penonton ketika melihat perundungan terjadi.
Mahasiswa KKN mendorong siswa untuk berani mengambil sikap dengan melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan perundungan.
Pesan tersebut menjadi penting karena bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Perkataan, ejekan, pemberian julukan yang merendahkan, maupun tindakan mengucilkan juga dapat memberikan dampak terhadap perasaan dan kepercayaan diri seorang anak.
Bangun Kesadaran Sejak Dini
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMKoe berharap para murid memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik, tanpa kekerasan, penghinaan, maupun tindakan yang merendahkan.
Sosialisasi anti-bullying juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, dan dipenuhi budaya saling menghargai.
Bagi mahasiswa KKN, edukasi anti-bullying menjadi salah satu bentuk kontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui edukasi dan pendampingan terhadap persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. (**)

