Gempa Flores Mengguncang, Muhammadiyah NTT Bergerak
![]() |
| Ketua PWM NTT Muksin Masri bersama jajaran Muhammadiyah, MDMC, organisasi otonom, unsur UMKoe, dan relawan saat melakukan rapat konsolidasi respons gempa Flores di Kupang, Sabtu (15/8/2026). |
KUPANG, MATALINENEWS.ID — Sabtu, 15 Agustus 2026 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung melakukan konsolidasi bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, serta para relawan menyikapi gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).
Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah NTT untuk memastikan seluruh kekuatan Persyarikatan dapat bergerak secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Rapat koordinasi dihadiri Ketua MDMC PWM NTT Amir S. Kiwang, Ketua PWM NTT Muksin Masri, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) Syamsul Bahri, Ketua Pemuda Muhammadiyah NTT Amir Patra, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah NTT Rahmat Taufik, Ketua DPD IMM NTT, Ketua DPC IMM Kota Kupang, unsur Aisyiyah NTT, serta relawan MAPALA UMKoe dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Tegaskan Satu Barisan
Ketua PWM NTT Muksin Masri menegaskan bahwa respons terhadap bencana harus dilakukan dengan kekuatan koordinasi dan solidaritas seluruh elemen Muhammadiyah.
“Dalam merespons bencana seperti ini, Muhammadiyah harus keluar dengan satu barisan dan satu komando,” tegas Muksin.
Menurutnya, seluruh potensi Persyarikatan, mulai dari struktur organisasi, organisasi otonom, amal usaha hingga relawan, harus disatukan dalam satu gerakan kemanusiaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terarah dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
UMKoe Siap Kerahkan Sumber Daya
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kupang, Syamsul Bahri, menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung penuh langkah Muhammadiyah dalam merespons bencana gempa Flores.
“Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai amal usaha Muhammadiyah akan membantu secara penuh segala langkah Muhammadiyah dalam merespons bencana ini,” ujar Syamsul.
Dukungan UMKoe mencakup mobilisasi sumber daya kampus serta keterlibatan mahasiswa dan relawan yang memiliki kapasitas untuk mendukung operasi kemanusiaan di lapangan.
MDMC Siapkan Relawan
Ketua MDMC PWM NTT Amir S. Kiwang mengatakan pihaknya bersama relawan dari berbagai unsur Muhammadiyah siap bekerja maksimal sesuai kebutuhan penanganan bencana.
“Barisan MDMC dan para relawan dari berbagai unsur dalam lingkup Persyarikatan akan bekerja maksimal untuk merespons bencana ini,” tegas Amir.
Menurutnya, konsolidasi dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, pemetaan kebutuhan, koordinasi antarelemen, hingga kemungkinan mobilisasi relawan dan sumber daya ke wilayah terdampak.
Muhammadiyah NTT memastikan respons bencana akan mengedepankan prinsip kemanusiaan, koordinasi, kecepatan, dan ketepatan sasaran.
Seluruh unsur Persyarikatan di NTT diharapkan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing guna mendukung masyarakat yang terdampak gempa.
Melalui MDMC PWM NTT, Muhammadiyah NTT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan menyiapkan langkah respons kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Satu barisan, satu komando. Muhammadiyah NTT bergerak bersama untuk kemanusiaan.”
