Matematika Tak Lagi Menakutkan, Kampung Matematika Hidup Lagi di Bandardawung

Foto: Mahasiswa KKN PRIMA UMUKA 2026 Kelompok 20 bersama siswa SD Negeri 03 Bandardawung usai kegiatan Kampung Matematika, Selasa (4/8/2026)
KARANGANYAR — Matematika yang selama ini kerap dianggap sulit dan menakutkan oleh anak-anak, siang itu justru berubah menjadi permainan yang penuh warna dan tawa.
Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 03 Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (4/8/2026). Deretan angka, bangun ruang, dan pola matematika dikemas menjadi permainan edukatif dalam program “Kampung Matematika”.
Program yang sempat berhenti tersebut kembali digelar dan menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN PRIMA Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) 2026 Kelompok 20 pada hari kesembilan pengabdian mereka di Desa Bandardawung.
Bukan sekadar mengajar di ruang kelas, mahasiswa KKN menyulap halaman sekolah menjadi arena belajar interaktif. Para siswa kelas 2 hingga kelas 5 diajak mengikuti berbagai permainan, mulai dari berhitung, mengenal bentuk, hingga menyusun pola angka.
Melalui konsep belajar sambil bermain, mahasiswa berusaha mengubah anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang membosankan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ice breaking untuk membangun semangat siswa. Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan konsep matematika dasar menggunakan alat peraga sederhana dan media visual yang menarik.
Siswa kemudian dibagi dalam sejumlah pos permainan matematika. Setiap pos menghadirkan tantangan berbeda yang mendorong siswa untuk berpikir, berhitung, bekerja sama, sekaligus berani mencoba.
Tawa dan antusiasme siswa pun mewarnai kegiatan. Suasana kompetisi yang sehat membuat proses belajar terasa lebih hidup.
Ketua Kelompok 20 KKN PRIMA UMUKA 2026, Salahudin Thaib, mengatakan program tersebut lahir dari keresahan bahwa matematika masih sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi anak-anak.
“Harapannya, melalui Kampung Matematika ini anak-anak dapat lebih senang dan tertarik belajar matematika. Kami ingin menunjukkan bahwa matematika tidak selalu harus dipelajari dengan cara yang kaku,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan meninggalkan metode pembelajaran kreatif yang dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.
Program Kampung Matematika melibatkan mahasiswa KKN PRIMA UMUKA 2026 Kelompok 20 sebagai fasilitator, siswa SD Negeri 03 Bandardawung sebagai peserta, serta guru kelas dan pihak sekolah sebagai pendamping.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif dan sesi foto bersama.
Kehadiran kembali Kampung Matematika menjadi contoh bahwa pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di balik meja dan buku. Dengan kreativitas, angka pun bisa berubah menjadi permainan, dan pelajaran yang dianggap sulit dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi mahasiswa dan masyarakat Desa Bandardawung dalam mendorong pembelajaran yang lebih kreatif dan membangun minat anak terhadap matematika sejak dini.(Syam)