Mahasiswa NTT di Sumbawa Galang Rp32 Juta untuk Korban Gempa
SUMBAWA — Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Sumbawa bersama mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp32.085.500 untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTT.
Kepada media ini Via WhatsApp Rabu (19/08) disampaikan bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan selama tiga hari. Para mahasiswa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen media serta masyarakat yang telah ikut mendukung aksi kemanusiaan tersebut.
"Atas nama seluruh elemen mahasiswa Nusa Tenggara Timur yang berada di Sumbawa dan seluruh mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman media dan seluruh pihak yang telah mendukung penggalangan dana ini," demikian disampaikan perwakilan mahasiswa.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa bantuan yang dikumpulkan hanya berupa donasi uang tunai. Mereka tidak menerima bantuan dalam bentuk pakaian, makanan, obat-obatan maupun kebutuhan lainnya.
Penyaluran Melalui Relawan di Lokasi Bencana
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, mahasiswa telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di NTT terkait mekanisme penyaluran.
Penyaluran bantuan nantinya dilakukan melalui sejumlah kader IKMAN-Sumbawa yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa dan berada di wilayah terdampak bencana.
Menurut mahasiswa, langkah tersebut diambil karena hingga saat ini belum terdapat bantuan yang masuk ke salah satu desa tempat kader mereka berada.
Kader IKMAN-Sumbawa yang berada di lokasi akan berperan sebagai relawan dan berkoordinasi dengan para pemuda desa untuk membeli kebutuhan pokok, khususnya sembako, yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat terdampak.
"Kami mengambil inisiatif menjadikan kader IKMAN-Sumbawa yang berada di lokasi sebagai relawan. Mereka akan bekerja sama dengan pemuda desa untuk membeli sembako dan membagikannya kepada warga setempat," ungkapnya.
Tidak Buka Penggalangan Dana Baru
Setelah penggalangan dana tersebut selesai, mahasiswa memastikan tidak akan membuka kembali penggalangan dana baru untuk korban gempa NTT dalam waktu dekat.
Keputusan tersebut diambil karena mereka menilai penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Untuk ke depannya, kami tidak melanjutkan atau membuka penggalangan dana baru untuk korban gempa bumi NTT. Seharusnya pemerintah lebih mengambil peran dalam persoalan ini," tegas perwakilan mahasiswa.
Ia menambahkan, ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan bantuan, pemerintah memiliki kewajiban untuk hadir, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta memastikan kesejahteraan warga terdampak bencana.
Jalanan Akan Menjadi Mimbar Perlawanan
Mahasiswa juga menyampaikan peringatan tegas kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT agar tidak menutup mata terhadap persoalan masyarakat yang terdampak bencana.
Mereka menegaskan bahwa aksi solidaritas mahasiswa akan terus dilakukan apabila pemerintah dinilai tidak menjalankan tanggung jawabnya dalam menangani persoalan masyarakat.
"Kami mengingatkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT, kalau pemerintah menutup mata terhadap persoalan-persoalan masyarakat NTT hari ini, maka kami pastikan jalanan akan menjadi mimbar untuk melawan ketidakadilan," tegasnya.
Para mahasiswa berharap bantuan yang telah terkumpul dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan dan sedikit meringankan beban warga terdampak bencana.(Red)
