131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup

stkip_muhammadiyah_kalabhi_2026
Sebanyak 131 mahasiswa baru mengikuti pembukaan PKKMB STKIP Muhammadiyah Kalabahi Tahun 2026 di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Rabu (19/8/2026).

KALABAHI
— Sebanyak 131 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STKIP Muhammadiyah Kalabahi Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada 19–22 Agustus 2026 di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi.


PKKMB tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi yang Islami, Unggul dan Berdaya Saing Global Berbasis Karakter, IPTEK, serta Kebinekaan.”


Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Kalabahi Haji Ishak Djawa, S.H., Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., Wakil Ketua I, Ketua Senat, para dosen, serta pejabat struktural di lingkungan kampus.


Sebanyak 131 mahasiswa baru tersebut berasal dari lima program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Pendidikan Teknologi Informasi.


Ilmu Harus Berjalan Bersama Moral


Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Haji Ishak Djawa, S.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya moral dalam proses pendidikan.


“Moral harus diperhatikan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam pembukaan PKKMB.


Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan. Pendidikan juga harus membentuk pribadi yang mempunyai karakter, etika, dan tanggung jawab.


Pesan tersebut sejalan dengan tema PKKMB yang menempatkan karakter sebagai salah satu fondasi pembentukan mahasiswa.


Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memang menjadi kebutuhan generasi saat ini. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan bersama moral dan etika.


Mahasiswa yang menguasai teknologi tanpa memiliki tanggung jawab moral berisiko menggunakan pengetahuannya secara keliru. Sebaliknya, karakter yang baik juga perlu ditopang kemampuan ilmu pengetahuan agar mampu menjawab perubahan zaman.


Kampus sebagai Rumah dan Wadah


Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.


Ia menggambarkan kampus sebagai rumah sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan akademik dan mempersiapkan diri menjadi calon pendidik.


“Ini adalah rumah kita, ini adalah wadah kita, ini adalah langkah kita untuk menjadi seorang calon guru ke depan yang membimbing siswa-siswi,” ungkapnya.


Menurutnya, mahasiswa baru datang dari berbagai sekolah dan latar belakang. Karena itu, pengenalan kehidupan kampus menjadi penting agar mereka dapat memahami lingkungan akademik yang akan menjadi tempat belajar selama menempuh pendidikan tinggi.


Di perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya akan bertemu dosen dan mengikuti perkuliahan. Mereka juga akan berhadapan dengan berbagai karakter, pemikiran, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda.


Perbedaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa akan belajar berdiskusi, menyampaikan pendapat, menerima kritik, menghargai perbedaan, serta bekerja sama.


“Maha” dalam Mahasiswa


Salah satu pesan menarik yang disampaikan Muhammad Abdullah adalah ajakan kepada mahasiswa baru untuk membangun pola pikir yang lebih besar setelah memasuki perguruan tinggi.


“Di dunia ini ada dua saja yang menyandang gelar ‘maha’. Yang pertama Mahakuasa dan yang kedua mahasiswa,” demikian pesan reflektif yang disampaikannya.


Ia kemudian mengingatkan mahasiswa agar tidak memiliki pola pikir yang kecil dan tidak merasa rendah diri.


“Jangan merasa kerdil karena kalian adalah maha. Maha akademik, maka pola pikir sudah harus besar. Jangan yang kecil-kecil,” pesannya.


Pesan tersebut bukan berarti mahasiswa harus merasa lebih tinggi dari orang lain. Sebaliknya, istilah “maha” dimaknai sebagai dorongan agar mahasiswa memiliki keberanian untuk berpikir luas, mengembangkan potensi, menghasilkan karya, dan berkontribusi bagi masyarakat.


Mahasiswa didorong untuk berani bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya.


Kampus Bukan Sekadar Ruang Kuliah


Selama menempuh pendidikan di STKIP Muhammadiyah Kalabahi, mahasiswa akan diperkenalkan dengan berbagai bentuk kehidupan akademik dan kemahasiswaan.


“Di kampus akan diajarkan bagaimana kalian berekspresi, bagaimana menimba ilmu, dan bagaimana diperkenalkan dengan kehidupan kampus,” ujarnya.


Kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Organisasi, kegiatan sosial, penelitian, olahraga, kepemimpinan, kewirausahaan, teknologi, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri.


Karena itu, PKKMB menjadi tahap awal agar mahasiswa mengenal lingkungan kampus, program studi, dosen, ruang perkuliahan, serta berbagai unsur yang mendukung proses pendidikan.

mahasiswa_baru_stkip_muhammadiyah_kalabahi

Kelima program studi yang terlibat dalam PKKMB memiliki karakteristik keilmuan masing-masing.


PGSD mempersiapkan calon pendidik sekolah dasar. Pendidikan Matematika membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan pedagogik di bidang matematika. PKO mengembangkan kompetensi di bidang kepelatihan dan olahraga.


Sementara PPKn membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai Pancasila, kewarganegaraan, dan kehidupan kebangsaan. Pendidikan Teknologi Informasi menjadi bagian dari respons perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan di era digital.


Berbeda bidang keilmuan, tetapi seluruhnya berada dalam satu rumah akademik yang sama.


Menyiapkan Generasi Alor Menghadapi Era Digital


Tema PKKMB 2026 juga menempatkan penguasaan IPTEK dan daya saing global sebagai bagian penting dari pembentukan mahasiswa.


Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Mahasiswa karena itu tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu memahami teknologi dan menggunakannya secara bijaksana.


Bagi mahasiswa di Kabupaten Alor, kemampuan tersebut memiliki arti strategis. Perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk menyiapkan sumber daya manusia daerah agar mampu bersaing di tengah perubahan global tanpa kehilangan identitas lokal.


Mahasiswa juga dapat menjadi penghubung antara perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.


Teknologi dapat dimanfaatkan untuk pendidikan. Media digital dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi daerah. Penelitian dapat diarahkan untuk menjawab persoalan lokal. Sementara ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikembalikan kepada masyarakat melalui pengabdian.


Kebinekaan Menjadi Kekuatan


Mahasiswa baru datang dari latar belakang keluarga, sekolah, lingkungan, pengalaman, dan karakter yang berbeda.


Kampus menjadi ruang perjumpaan berbagai perbedaan tersebut.


Di lingkungan akademik, mahasiswa belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, kebinekaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama dan persaudaraan.


Mahasiswa dituntut belajar menghormati pendapat orang lain, menerima kritik, bekerja sama, menyelesaikan perbedaan, dan membangun hubungan yang sehat dengan sesama.


Kemampuan tersebut menjadi bekal penting karena setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa akan kembali berada di tengah masyarakat yang memiliki keragaman lebih luas.


131 Mahasiswa Memulai Perjalanan Baru


Sebanyak 131 mahasiswa baru kini memulai perjalanan akademiknya di STKIP Muhammadiyah Kalabahi.


Mereka datang dengan mimpi dan cita-cita yang berbeda. Ada yang ingin menjadi guru, pelatih olahraga, akademisi, pengembang teknologi, maupun berkontribusi langsung bagi masyarakat.


Namun, seluruhnya memiliki ruang yang sama untuk bertumbuh.


Empat hari PKKMB menjadi pintu masuk menuju perjalanan panjang kehidupan perguruan tinggi. Setelah kegiatan pengenalan berakhir, mahasiswa akan menghadapi tugas, ujian, diskusi, penelitian, kegagalan, keberhasilan, hingga berbagai tantangan yang membentuk kedewasaan mereka.


Karena itu, pendidikan tinggi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai perjalanan memperoleh gelar.


Mahasiswa juga perlu mulai bertanya: apa yang dapat diberikan kepada masyarakat setelah memperoleh ilmu dari kampus?


Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pada akhirnya pendidikan bukan hanya tentang apa yang diperoleh seseorang, tetapi juga tentang apa yang dapat ia berikan kepada lingkungan dan masyarakat.


PKKMB STKIP Muhammadiyah Kalabahi 2026 pun menjadi awal dari perjalanan tersebut.


Dari aula menuju ruang kelas. Dari ruang kelas menuju pengetahuan. Dari pengetahuan menuju karya. Dan dari karya menuju pengabdian.


Sebagaimana pesan Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, “Ini adalah rumah kita, ini adalah wadah kita, ini adalah langkah kita.”


Kini, 131 mahasiswa baru telah memulai langkah tersebut—dengan ilmu sebagai bekal, karakter sebagai pijakan, teknologi sebagai alat, kebinekaan sebagai kekuatan, dan pengabdian sebagai tujuan.


Penulis: Mukmin Amsidi 

Editor: FD


Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup
  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup
  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup
  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup
  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup
  • 131 Mahasiswa Baru STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diingatkan: Ilmu Tanpa Moral Tak Cukup