Wartawan Dikeroyok Saat Kunker Pejabat, PWMOI Sumba Barat Daya Murka!
![]() |
| Foto: Ketua PWMOI Sumba Barat Daya, Robert Syukur Djola, saat menyampaikan kecaman atas kasus pengeroyokan wartawan di wilayahnya. |
SUMBA BARAT DAYA – Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa jurnalis media Tipikor, Gunter Meha, yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Insiden tersebut terjadi di tengah agenda kunjungan kerja Menteri dan Gubernur, sehingga memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Peristiwa ini dinilai mencoreng citra daerah, apalagi diduga melibatkan oknum pegawai rumah sakit.
Ketua Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Sumba Barat Daya, Robert Syukur Djola, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai aksi pengeroyokan itu sebagai bentuk premanisme sekaligus ancaman serius terhadap kebebasan pers.
“Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Robert.
Ia juga menambahkan bahwa perbuatan tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng institusi tempat pelaku bekerja.
Atas kejadian ini, PWMOI Sumba Barat Daya mendesak Polres Sumba Barat Daya untuk segera mengambil langkah tegas, di antaranya:
Mengusut tuntas kasus dan menangkap seluruh pelaku
Memberikan sanksi hukum yang setimpal
Menjamin transparansi proses hukum
PWMOI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjaga marwah profesi wartawan dan menjamin kebebasan pers di daerah. (**)
