Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil

Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga
Foto Aktivis IMM Try Gusriadi Anas


Kupang-Matalinenews.co.id-Lambannya tindak lanjut pemerintah Kota Kupang dalam menyelesaikan persoalan jalan berlubang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kel. Kayu Putih, Kec.Oebobo menuai keluhan dari masyarakat Sekitarnya. Setelah beberapa kali dilakukan penambalan menggunakan tanah putih pada titik-titik jalan yang rusak, hingga kini proses pengaspalan permanen belum juga direalisasikan.Kupang


Kondisi tersebut menyebabkan material tanah putih yang digunakan untuk menutup lubang berubah menjadi debu tebal saat cuaca panas dan kendaraan melintas. Akibatnya, debu beterbangan dan mengganggu aktivitas pengendara, pejalan kaki, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.


Persoalan ini menjadi perhatian serius karena Jalan K.H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu jalur pendidikan yang menghubungkan sejumlah kampus di Kota Kupang, yakni Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Citra Bangsa, dan STIKOM Uyelindo Kupang. Kondisi jalan yang berdebu dinilai mengganggu mobilitas mahasiswa, dosen, dan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.


Tidak hanya perguruan tinggi, di kawasan yang sama juga terdapat institusi pendidikan lain seperti SMK Muhammadiyah Kupang dan SMP Muhammadiyah Kupang yang turut terdampak akibat paparan debu yang muncul hampir setiap hari.


Selain sektor pendidikan, pelaku usaha kecil di sekitar lokasi juga mengeluhkan dampak dari kondisi jalan tersebut. Sejumlah pedagang kios kecil, warung makan, hingga pelaku usaha mikro mengaku mengalami penurunan kenyamanan usaha karena debu terus masuk ke area dagangan mereka.


Keluhan juga datang dari pemilik warung kopi di sekitar lokasi, yakni pemilik Regans, yang mengaku kondisi jalan yang belum kunjung diaspal berdampak langsung pada aktivitas usahanya.


“Setiap hari kami harus membersihkan meja, kursi, sampai barang dagangan berkali-kali karena debunya sangat banyak. Pelanggan juga sering mengeluh karena debu masuk sampai ke tempat duduk,” ujarnya.


Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga mengaku terdampak karena debu dari material tanah putih masuk hingga ke dalam rumah. Sejumlah keluarga mengaku harus membersihkan rumah lebih sering dibanding biasanya akibat kondisi tersebut.


Masyarakat berharap pemerintah KOTA KUPANG segera mengambil langkah konkret dengan menuntaskan proses pengaspalan jalan secara menyeluruh, bukan hanya melakukan penanganan sementara yang dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan.“Penanganan sementara seperti penimbunan tanah putih justru menimbulkan persoalan baru. Yang dibutuhkan masyarakat adalah penyelesaian permanen agar aktivitas warga kembali nyaman,” ujar Try Gusriadi Anas.


Dengan kondisi yang terus berlangsung, masyarakat meminta adanya kepastian waktu pelaksanaan pengaspalan agar persoalan debu dan kerusakan jalan tidak terus berulang, terutama pada jalur yang menjadi pusat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan permukiman warga.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil
  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil
  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil
  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil
  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil
  • Aktivis IMM Menyoroti Lambannya Penanganan Jalan K.H. Ahmad Dahlan,Kel.Kayu Putih, Debu Tanah Putih Ganggu Aktivitas Warga, Pendidikan, dan Usaha Kecil